Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Dari Kantor Desa Gabuswetan ke Kantor Kecamatan, Mediasi Air Irigasi Terus Berlanjut

jurnalis idm
10 Juli 2026
Last Updated 2026-07-10T13:15:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi -  Hamparan padi di Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, mulai kehilangan kesegarannya. Di sejumlah titik, tanah sawah perlahan mengering akibat berkurangnya pasokan air irigasi. Kondisi itu memunculkan kegelisahan para petani yang khawatir musim tanam gadu tahun ini berujung gagal panen.

Berangkat dari keresahan tersebut, para petani lebih dulu mengikuti musyawarah di Kantor Desa Gabuswetan bersama pemerintah desa. Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan terkait berkurangnya debit air irigasi dibahas untuk mencari jalan keluar. Karena penyelesaiannya melibatkan kewenangan yang lebih luas, musyawarah kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi ke Kantor Kecamatan Gabuswetan pada Jumat (10/7/2026).


Di Kantor Kecamatan Gabuswetan, aspirasi para petani diterima langsung oleh Plt. Camat Gabuswetan Rusyad Nurdin, S.T., M.Si., didampingi Kapolsek Gabuswetan AKP H. Karnadi, S.H., serta pengamat pengairan dan pengamat pertanian. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka, di mana para petani menyampaikan kondisi yang mereka alami di lapangan.


Perwakilan petani, Sudibyo, mengatakan debit air irigasi terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, lahan pertanian yang seharusnya mendapat pasokan air secara rutin mulai mengering. Jika kondisi ini terus berlangsung, hasil panen diperkirakan akan menurun dan kerugian petani sulit dihindari.


Hal senada disampaikan Rasmudi dan Aco Abdullah. Menurut mereka, sejumlah sawah sudah mengalami kekeringan hingga tanahnya retak-retak. Tanaman padi yang masih dalam masa pertumbuhan mulai layu, bahkan sebagian terancam mati karena kekurangan air.


Usai menerima aspirasi tersebut, Plt. Camat Gabuswetan bersama jajaran langsung meninjau lokasi persawahan untuk melihat kondisi yang dikeluhkan para petani. Hasil peninjauan itu akan menjadi dasar koordinasi dengan Kecamatan Bongas serta instansi terkait guna mempercepat penanganan distribusi air irigasi.


"Kami menerima dan memahami keluhan para petani. Aspirasi ini akan segera kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait agar persoalan kekeringan dapat segera diatasi dan kebutuhan air irigasi masyarakat terpenuhi," ujar Rusyad Nurdin.


Bagi para petani Gabuswetan, air bukan sekadar kebutuhan untuk mengairi sawah, tetapi juga penentu keberlangsungan musim tanam dan penghidupan keluarga. Melalui musyawarah yang dimulai di Kantor Desa Gabuswetan hingga berlanjut ke Kantor Kecamatan Gabuswetan, mereka berharap solusi segera diwujudkan agar tanaman padi dapat terselamatkan dan musim panen tetap membawa hasil yang diharapkan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl