Bekasi — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi* menggelar Pelatihan Totok Punggung, Bekam, dan Ruqyah melalui Program Bekasi Mandiri. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 27–30 Juli 2026, di Aula BAZNAS Kabupaten Bekasi tersebut diikuti oleh 50 peserta.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh jajaran BAZNAS Kabupaten Bekasi. Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi diwakili oleh H. Abdul Azis HN, S.T., Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Bekasi. Hadir pula Dr. H. Royani, M.A., Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi Bidang Distribusi dan Pendayagunaan, serta Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH. Mahmud, M.Sc.
Dr. H. Royani, M.A., Wakil Ketua ll BAZNAS Kabupaten Bekasi,dalam sambutannya menyampaikan. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan BAZNAS Kabupaten Bekasi,yang bertujuan meningkatkan keterampilan peserta sekaligus membuka peluang kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik mengenai tiga bidang keterampilan, yakni totok punggung, bekam, dan ruqyah.Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi profesi serta peluang usaha di tengah masyarakat.
Peserta pelatihan merupakan perwakilan yang mendapatkan rekomendasi dari MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Bekasi. Keterlibatan MUI dalam program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS dan MUI dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan.
"Melalui Program Bekasi Mandiri, BAZNAS Kabupaten Bekasi berharap lahir tenaga-tenaga terapis yang memiliki keterampilan, profesionalitas, dan integritas dalam memberikan layanan kepada masyarakat,"ujar Dr. H. Royani, M.A.,
Lebih lanjutnya.Selain meningkatkan kompetensi, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi peserta dan keluarganya. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan keluarga secara berkelanjutan.
"Diharapkan dari pelatihan ini lahir tenaga-tenaga terapis yang profesional dan mampu mengembangkan keterampilannya sebagai peluang usaha, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan serta memperkuat perekonomian keluarga,”harap Dr. H. Royani, M.A.,
Sambungnya.Program Bekasi Mandiri menjadi salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat yang tidak berhenti pada pemberian bantuan konsumtif, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas dan keterampilan penerima manfaat.
"Dengan bekal keterampilan yang dimiliki, para peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi dan keluarga yang lebih mandiri secara ekonomi.Melalui keterampilan, zakat dihadirkan untuk membangun kemandirian. Dari mustahik yang diberdayakan, diharapkan lahir keluarga-keluarga yang semakin mandiri dan pada masa mendatang mampu bertransformasi menjadi muzaki,"pungkasnya Dr. H. Royani, M.A.,
(Ms)
Sumber : Baznas Kabupaten Bekasi.



