Karawang, Jurnal Investigasi -
Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang digelontorkan Kementerian, melalui Dirjen Sumber Daya Air di Desa Solokan Kecamatan pakis Jaya Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, proyek infrastruktur yang sejatinya ditujukan untuk membantu para petani lokal tersebut diduga jadi Bancakan Oknum yang berjiwa maling
Proyek yang menelan anggaran hingga Rp195.000.000. yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.besarnya dana yang dikucurkan dinilai tidak berbanding lurus dengan komitmen menjaga kualitas fisik bangunan di lapangan, sehingga memicu kekhawatiran bagi para petani.
Berdasarkan pantauan Awak media di lapangan pada. Jumat.10/7/2026, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran teknis dalam pemasangan batu belah untuk fondasi saluran air.
Untuk penggalian dasar bawah terlihat dangkal, batu belah langsung di tancapkan di permukaan lumpur yang tanpa memakai adukan pasir dan semen terlebih dahulu,serta cara pemasangan batu kali jarak Nat cukup lebar kisaran antara 10 cm, serta standar aturan komposisi adukan antara pasir dan semen yang di nilai tidak sesuai.
Seperti yang dikatakan Narasumber yang bisa di percaya Kepada. Jurnal Investigasi mengatakan. bagaimana pekerjaan mau benar dan mau sesuai spesifikasi teknis pak ?. dari pagu anggaran yang kami terima Rp 195.000.000. juta itu dipangkas. Kami mengatakan ini benar adanya kata ketua kelompok P3A Solokan abadi jaya. Kepada Jurnal Investigasi.
Berdasarkan investigasi di lapangan, jumat 10/7/2026. salah satu Ketua Kelompok P3A membeberkan adanya tekanan dari oknum aspirator dewan dari partai politik kami tidak bisa menyebutkan nama partaianya.meminta jatah atau fee Kepada kami.
Desa Solokan mendaptakan bantuan Dari kementtian ada tiga titik Lamaran abadi jaya, Solokan jaya makmur, termasuk kami .Sri jaya makmur, ketiga titik proyek yang kami kerjakan di minta fee berpariasi artinya kami bertiga ini berbeda partai politik kalau kami di minta 29 juta rupiah ada juga yang di minta 25 juta rupiah dan ada yang 30 juta rupiah dari total pagu anggaran yang kami terima kata ketua kelompok P3A Sri jaya makmur,
Ditempat terpisah Ketua Kelompok P3A Solokan jaya makmur pun membenarkan dengan adanya fee ke setiap partai politik di proyek PA3 ini bukan hanya partai politik saja pak, termasuk kepala desa pun sama meminta fee berpariasi ada yang memberikan 5 juta rupiah dan ada juga yang lebih kalu satu desa ada tiga titik tinggal di kalkulasikan saja.ini baru fee kades. belum lagi dewan. Katanya
Makanya papan inporamsi yang kami pasang tidak di cantumkan volume pak, baik itu ketingian pondasi, begitu juga panjang, Dan lebarnya itu memang tidak ada di papan informasi.maka proyek ini kami borongkan mau sesuai
spesifikasi teknis mau ga emang kami pikirin.yang penting berbentuk bangunan ujarnya.
( Udin)


