Mimika, Media Jurnal Investigasi — Suasana penuh wibawa yang berpadu dengan kemeriahan menyelimuti Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Mimika saat menyambut kedatangan pimpinan barunya, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak.
Tradisi penyambutan yang memadukan keagungan militer korps kepolisian dan kekayaan budaya lokal ini menandai babak baru kepemimpinan di wilayah hukum Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Penyambutan ini diawali dengan jajaran kehormatan Pedang Pora, sebuah tradisi sakral kepolisian untuk menyambut perwira menengah yang akan mengemban tongkat komando baru. AKBP Alredo Agustinus Rumbiak didampingi sang istri berjalan perlahan di bawah hunusan pedang kehormatan, didampingi oleh Wakapolres Kompol Junan Plitomo serta segenap jajaran pejabat utama Polres Mimika.
Tak hanya tradisi internal kepolisian, penyambutan juga kental dengan adat khas bumi Papua. Kapolres baru beserta Ketua Bhayangkari Cabang Mimika disambut hangat dengan tarian adat serta pengenaan mahkota khas suku Kamoro dan Biak, sebagai simbol penghormatan, penerimaan, serta legitimasi bahwa pimpinan baru telah resmi menjadi bagian dari masyarakat adat setempat.
sesaat setelah prosesi adat, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polres Mimika dan masyarakat adat yang telah menyambut kehadirannya dengan penuh kehangatan.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya di Mimika tidak akan dimulai dari nol. Baginya, roda organisasi Polres Mimika saat ini sudah berjalan dengan sangat baik
"Terima kasih banyak atas penyambutan tadi yang luar biasa. Kita disambut dengan tarian dari adat Kamoro dan Biak. Agenda ke depan, pastinya kita meneruskan apa yang sekarang sedang berjalan," ujar AKBP Alredo Agustinus Rumbiak dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa tidak ada istilah "fase belajar" dalam memimpin wilayah strategis seperti Mimika.
"Di Mimika ini tidak bisa lagi saya bilang masuk di sini baru belajar, belajar, dan belajar. Tidak. Di sini sudah running. Apa yang menjadi program kerja dan sudah dikerjakan oleh pimpinan sebelumnya, saya harus lanjutkan. Minimal kita mempertahankan yang sudah baik, dan jika bisa ditingkatkan lagi, terutama dalam hal pelayanan, mengayomi, serta melindungi masyarakat," tambahnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai langkah taktis pertamanya, Kapolres baru menekankan pentingnya penguatan ke dalam (internal) sebelum melangkah keluar guna membangun kerja sama dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat.
Sinergi yang kuat, menurutnya, harus dimulai dari internal kepolisian yang kokoh dan tidak terpecah-pecah. Di wilayah hukum Mimika, terdapat berbagai satuan tugas (satgas) di bawah naungan Polri yang perlu diselaraskan satu suara.
"Pertama-tama saya ingin menguatkan dulu internal kita di Polri dengan menyatukan seluruh elemen yang ada. Di sini kan ada Satgas ODC (Operasi Damai Cartenz), Sat Brimob, Pas Brimob Gegana, dan Polres sendiri. Kita harus kuat dulu di dalam. Tidak mungkin saya bisa bekerja sama keluar kalau dari internal kami tidak solid," jelasnya
Langkah awal kepemimpinan yang berfokus pada soliditas internal dan keberlanjutan program pelayanan publik ini memunculkan harapan besar bagi masyarakat Mimika akan terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, kondusif, dan humanis di masa mendatang.
Wempie


