Karawang , Media Jurnal Investigasi - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Tanjung bungin, kecamatan pakis Jaya kabupaten karawang . menuai sorotan. Proyek senilai Rp.195 juta. tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas bangunan yang dibiayai dari uang negara.
Program yang bertujuan meningkatkan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian itu dilaksanakan berdasarkan Perjanjian Kerja. dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Pekerjaan berada di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah
jatiluhur kedaung BBWS yang dikerjakan oleh Kelompok P3A Tanjung bungin sejahtera.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lokasi, menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses pelaksanaan pekerjaan. pada Rabo, (8/7/2026).
Seperti halnya yang di katakan dari salah satu petani yang namanya minta di rahasiakan kepada awak media mengatakan. coba aja pak lihat cara penggalian dasar bawah terlihat dangkal, batu belah langsung di tancapkan di permukaan lumpur yang tanpa memakai adukan pasir dan semen dulu,serta cara pemasangan batu kali jarak natnya cukup lumayan lebar kisaran 10 cm, apakah itu sudah sesuai juklak dan juknis, struktur bangunan dan mengurangi kualitas hasil akhir ucapnya.
Saat peninjauan berlangsung tidak terlihat adanya petugas pengawas maupun pendamping teknis di lokasi proyek , selain itu para pekerja juga tampak bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang dinilai bertentangan dengan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa penggunaan material tidak sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana mestinya.
Tak hanya itu, dugaan penyimpangan juga terlihat dari aspek teknis konstruksi.
Berdasarkan temuan di lapangan, pondasi saluran disebut tidak digali hingga kedalaman yang memadai, melainkan hanya diletakkan di atas permukaan tanah.
akibatnya terbentuk rongga kosong di bagian bawah pondasi yang berpotensi mengurangi daya dukung bangunan.
Apabila kondisi tersebut benar terjadi, konstruksi saluran irigasi dikhawatirkan lebih rentan mengalami keretakan, pergeseran bahkan kerusakan dalam waktu relatip singkat. hal itu tentu dapat mengurangi manfaat program yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi para petani.
Hingga berita ini disusun, Ketua Kelompok P3A Tanjung bungin kecamatan Pakis Jaya kabupaten Karawang sejahtera. belum berhasil ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait berbagai temuan tersebut.
(Udin).



