INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi – Perkembangan dinamika politik di Kabupaten Indramayu kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar yang mengaitkan Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Informasi tersebut beredar di ruang publik meski belum ada pernyataan resmi.
Hingga kini, belum terdapat klarifikasi langsung dari Syaefudin terkait isu tersebut. Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan masih dilakukan.
Di sisi lain, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Indramayu juga belum menyampaikan sikap resmi mengenai kabar yang berkembang.
Menanggapi isu tersebut, Ketua Gerakan Pers Lurus, Akurat dan Kritis (GEPLAK), Ali Zaidan, menyampaikan bahwa informasi yang beredar perlu disikapi secara proporsional sambil menunggu kepastian.
“Jika kabar itu benar, tentu akan berpengaruh terhadap konfigurasi politik daerah. Namun kita tetap menunggu konfirmasi resmi,” ujarnya.
Riwayat politik Syaefudin sebelumnya turut menjadi perhatian dalam dinamika ini. Ia diketahui telah diberhentikan dari struktur Partai Golongan Karya menjelang Pilkada 2024 setelah memilih maju sebagai calon Wakil Bupati dengan dukungan politik berbeda dari kebijakan partai.
Dalam pelaksanaan Pilkada Indramayu 2024, Syaefudin maju berpasangan dengan Lucky Hakim dan berhadapan dengan pasangan yang diusung koalisi Gerindra bersama Golkar.
Sejak dilantik sebagai Wakil Bupati Indramayu periode 2025–2029, Syaefudin belum tercatat secara resmi bergabung dengan partai politik lain, sehingga arah politiknya masih menjadi perhatian publik.
Sampai berita ini diturunkan, informasi mengenai dugaan kepindahan tersebut masih sebatas isu dan menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait.


