Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com - Pembangunan jembatan beton menuju Gereja Santa Maria Imakulata Wowonda akan segera dimulai setelah lama tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Desa. Pembangunan tersebut sepenuhnya digerakkan melalui inisiatif Moses Maresyembun bersama warga dan pihak gereja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, jembatan yang selama ini menjadi akses utama warga Desa Wowonda menuju gereja dan pemukiman berada dalam kondisi tidak layak dan berisiko. Hingga saat ini, belum terdapat program perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Wowonda.
Menurut keterangan warga, jembatan tersebut telah lama rusak dan kerap dilalui dalam kondisi yang membahayakan, terutama saat hujan. Akses itu tetap digunakan karena tidak tersedia jalur alternatif lain bagi masyarakat.
Situasi tersebut mendorong Moses Maresyembun, S.Ap, Aparatur Sipil Negara, mengambil langkah konkret dengan menginisiasi pembangunan jembatan permanen berbahan beton. Inisiatif ini dilakukan di luar program Pemerintah Desa.
“Ini akses utama warga setiap hari. Karena tidak ada perhatian, kami memilih bergerak agar tidak terus menunggu dalam kondisi berisiko,” ujar Moses Maresyembun, menurut keterangan yang disampaikan kepada Wartawan saat ditemui.
Berdasarkan informasi lapangan, material pembangunan jembatan beton saat ini telah dikumpulkan di lokasi. Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai dilaksanakan pada hari Senin mendatang melalui kerja gotong royong warga.
Pembangunan tersebut turut melibatkan Gereja Santa Maria Imakulata Wowonda. Pastor Paroki RD Sebastianus Takndare, Pastor Sipe Matruty, Pastor Alo Matruti dan Pastor Jemris Rangkoli memberikan dukungan serta membantu mengkoordinasikan partisipasi umat dan donatur.
Hingga proses persiapan dilakukan, tidak terdapat informasi mengenai keterlibatan anggaran Pemerintah Desa dalam pembangunan jembatan tersebut. Seluruh tahapan disebut berjalan atas swadaya dan dukungan masyarakat.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun mereka melintas dalam kondisi khawatir terhadap keselamatan, terutama anak-anak dan lansia. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar desa.
Penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur dasar merupakan bagian dari pelayanan publik di tingkat desa. Namun hingga pembangunan beton ini akan dimulai, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Wowonda terkait penanganan jembatan sebelumnya.
Pembangunan jembatan beton diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan layak bagi warga dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini dihadapi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Jurnalinvestigasi.com belum menerima pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Wowonda terkait tidak adanya keterlibatan dalam pembangunan jembatan tersebut. Proses pembangunan dijadwalkan mulai berjalan sesuai rencana, dan ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak terkait. (Nik Besitimur)


