Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Ketua IWOI Indramayu Angkat Bicara soal Polemik Tanah Galian Proyek Jalan Jangga–Cikamurang

jurnalis idm
30 Mei 2026
Last Updated 2026-05-30T10:49:29Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Indramayu, Jurnal Investigasi – Polemik terkait pemanfaatan material tanah hasil galian pada proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, mendapat tanggapan dari Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Indramayu, Atim Sawano. Ia menilai proyek peningkatan jalan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.


Menurut Atim, proyek yang dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, sehingga aktivitas ekonomi warga menjadi lebih mudah dan efisien. Ia menyebut pembangunan infrastruktur yang baik memiliki dampak positif terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi ekonomi di daerah.


“Ketika kami mencermati, ini merupakan proyek pemerintah yang gunanya untuk kepentingan masyarakat. Infrastruktur yang lebih baik tentu akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan mobilitas warga,” ujar Atim, Sabtu (30/5/2026).


Terkait ramainya perbincangan mengenai material tanah hasil galian proyek, Atim meminta masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum memahami fungsi dan pemanfaatannya. Menurutnya, material tersebut perlu ditangani agar tidak menumpuk di area pekerjaan dan menghambat proses pelebaran jalan.


“Kita harus mengetahui dulu jenis dan kegunaannya. Jangan langsung berasumsi bahwa tanah itu dijual begitu saja. Material hasil galian yang berserakan tentu harus dipindahkan agar tidak mengganggu pekerjaan,” katanya.


Ia menjelaskan, apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan material tersebut untuk kepentingan tertentu, pemanfaatannya dapat menjadi solusi selama dilakukan secara wajar dan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Selain membantu warga, pemindahan material juga dinilai dapat mendukung kelancaran pekerjaan proyek.


Atim juga menanggapi informasi yang mengaitkan anggota organisasinya dengan aktivitas pengangkutan material tanah di lapangan. Ia menegaskan perlu adanya pemahaman menyeluruh sebelum mengaitkan individu tertentu dengan organisasi.


“Kalau terkait anggota kami yang disebut-sebut terlibat, harus dilihat dulu dalam konteks apa. Faktanya, mereka juga pekerja dan masyarakat yang mencari nafkah. Mereka berada di lapangan melihat material tanah yang berserakan dan berupaya membantu agar pekerjaan proyek tidak terganggu,” jelasnya.


Menurut Atim, proses pengangkutan material juga membutuhkan biaya operasional, termasuk armada dan bahan bakar. Oleh sebab itu, jika terdapat biaya pengganti dalam batas kewajaran untuk kebutuhan operasional, hal tersebut perlu dipahami secara proporsional.


Di akhir keterangannya, Atim mengajak masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif selama proyek berlangsung. Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengawasi sekaligus mendukung pelaksanaan proyek pelebaran Jalan Provinsi Jangga–Cikamurang agar selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl