Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Simulasi Penanggulangan Karhutla BPBD Majalengka bersinergi dengan Paguyuban Silihwangi Majakuning

Jurnal Investigasi
02 Mei 2026
Last Updated 2026-05-02T12:30:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Majalengka,Media Jurnal Investigasi- Dukungan terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai terus menguat. Kali ini, warga di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, yang tergabung kedalam Paguyuban Silihwangi Majakuning, terdiri dari Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) mengapresiasi langkah BPBD Kabupaten Majalengka, yang telah  mengundang elemen masyarakat dalam Gladi Pencegahan Karhutla Ciremai pada Kamis lalu (30/04).


Dukungan penuh warga kepada BPBD Kabupaten Majalengka akan memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah rawan karhutla, seperti lereng ciremai yang berbatasan dengan desa penyangga kawasan hutan, tempat warga tinggal.


Ketua Paguyuban KTH dan MPA Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut., mengakui, peran masyarakat desa penyangga merupakan bagian penting dalam sistem penanggulangan karhutla berbasis komunitas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.



Menurutnya, sinergi yang selama ini terbangun antara BPBD Majalengka melalui Kepala Pelaksana Dr. H. Agus Tamim, S.T., M.Si., Kepala Balai Taman Nasional Taman Nasional Gunung Ciremai Toni Anwar, S.Hut, dan kelompok masyarakat menjadi kekuatan utama dalam upaya pencegahan sejak dini, terutama menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi terjadi kekeringan dan kebakaran vegetasi.


“Paguyuban Silihwangi Majakuning bersama KTH dan MPA siap mendukung penuh langkah BPBD Majalengka. Kami adalah garda terdepan di lapangan, sehingga deteksi dini dan patroli menjadi bagian dari tanggung jawab kami bersama,” ujar Nandar.


Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat bukan hanya saat kegiatan simulasi, tetapi juga dalam aktivitas rutin, seperti patroli kawasan hutan bersama TNGC, turut serta memberikan edukasi kepada warga, hingga pengawasan terhadap potensi sumber api di sekitar permukiman dan lahan pertanian.

Nandar menilai, pendekatan berbasis komunitas jauh lebih efektif dalam menjaga kawasan konservasi, karena masyarakat desa penyangga merupakan pihak yang paling dekat dengan wilayah hutan dan paling cepat merespons jika terjadi potensi kebakaran.

“Kolaborasi ini harus terus diperkuat. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam sistem pencegahan,” ungkapnya.


Ia juga menjelaskan, untuk mengantisipasi dampak el nino, Paguyuban Silihwangi Majakuning telah menyalurkan bantuan peralatan pemadaman awal berupa waterjet shooter punggung kepada sejumlah KTH. Alat tersebut digunakan untuk mendukung respons cepat, ketika muncul titik api di lapangan, terutama di medan sulit dijangkau kendaraan pemadam.


Dukungan serupa datang dari Jajaran Pengurus dan anggota Kelompok Tani Hutan maupun MPA di sejumlah desa yang turut hadir dalam kegiatan BPBD,  Gladi Pencegahan Karhutla dan menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN). Yaitu :

Kth caladi sakti, 

KTH cikaracak,

KTH ciremai indah,

KTH Cangehgar, 

KTH Desa Cikaracak, 

KTH Desa Indrakila, 

KTH Desa gunungwangi, 

KTH Desa Argalingga,

KTH Desa argamukti.


Ketua KTH Caladi Sakti, Suharman atau yang akrab disapa Emen, menyampaikan  pihaknya turut mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan BPBD dalam penguatan kesiapsiagaan karhutla di kawasan Gunung Ciremai. Ia menilai sinergi antara komunitas relawan, KTH, dan pemerintah daerah melalui BPBD harus terus diperkuat secara berkelanjutan.


“Caladi Sakti siap bersinergi dalam aksi-aksi nyata di lapangan. Kami bersama MPA dan KTH tidak hanya saat simulasi, tetapi juga dalam patroli rutin dan penguatan kesadaran masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab moral kita terhadap kelestarian Ciremai, yang berbatasan langsung dengan Desa kami,” kata Suharman.


Melalui penguatan kolaborasi ini, diharapkan sistem mitigasi karhutla di Kabupaten Majalengka semakin adaptif dan responsif dalam menghadapi potensi peningkatan risiko pada puncak musim kemarau mendatang.

Jajah

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl