Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Ketua komisi III DPRD Majalengka Iing Misbahudin memastikan pembangunan jembatan orang (JPO) di kawasan alun-alun Majalengka

Redaktur
31 Juli 2026
Last Updated 2026-07-30T20:07:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


MAJALENGKA, Media Jurnal Investigasi– Rencana membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan perlintasan padat Jalan KH Abdul Halim pada Bulan Agustus 2026, mendapat perhatian dari warga sekitar. Selain dinilai mampu meningkatkan keselamatan, warga berharap desain JPO juga memperhatikan kemudahan akses bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.


Tepat di kawasan strategis Alun-alun Majalengka, sebuah proyek infrastruktur berbalut visi besar segera dimulai.Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan ikon baru kota, dijadwalkan mulai dibangun pada awal Agustus 2026.


Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa proyek ini telah memasuki tahap akhir perizinan. Kontraktor sebenarnya sudah siap. Hanya saja proses perizinan memang cukup panjang, mulai dari desain, konsultasi, hingga penyesuaian oleh pihak provinsi. 


Pembangunan JPO tersebut, tersimpan komitmen kuat dari investor nasional asal Majalengka, Boy Thohir. Bupati Eman mengungkapkan, proyek ini merupakan bentuk nyata dukungan yang telah dijanjikan sejak masa Pilkada.


"Bupati memberikan support saat saya Pilkada. Jadi beliau bilang, kalau Eman-Dena terpilih, nanti saya akan kembali dan memberikan dukungan. Salah satunya ini buktinya,"Ujar Bupati Majalengka seusai rapat pembangunan JPO." Pada Kamis (30/07/2026). 


Ia menegaskan, pembangunan JPO tersebut sepenuhnya dibiayai oleh investor, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kehadiran proyek ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam membangun daerah.


"Desain JPO tersebut tidak dibangun secara konvensional. Terdapat nilai filosofis yang kuat, termasuk sentuhan makna religius yang akan menjadi ciri khas.Awalnya ada elemen desain tertentu yang kemudian disempurnakan oleh provinsi. Filosofinya luar biasa, nanti akan kita tampilkan kepada publik,"Ucapnya


Eman Suherman menegaskan Target pemerintah daerah awal Agustus 2026 perizinan rampung, dan pembangunan fisik segera dimulai. Bupati bahkan telah menginstruksikan Dinas PUTR untuk mempercepat proses administratif agar proyek strategis ini tidak tertunda.Namun lebih dari sekadar infrastruktur penyeberangan, JPO ini dirancang sebagai simpul baru kehidupan kota. Eman menekankan, keberadaan JPO di titik tersebut menjawab kebutuhan keselamatan masyarakat yang selama ini kesulitan menyeberang akibat tingginya arus kendaraan.


"Banyak warga yang ragu menyeberang karena kendaraan melaju cepat. Akibatnya, kawasan di seberang menjadi sepi. Dengan JPO ini, konektivitas akan terbuka, mobilitas meningkat, dan kawasan tersebut akan hidup kembali,"Tegas Eman Suherman


Eman Suherman menjelaskan proyek ini menjadi bagian dari penataan besar wajah kota Majalengka. Pemerintah daerah tengah menyiapkan revitalisasi kawasan sekitar, mulai dari perbaikan infrastruktur depan Pendopo, penggantian elemen batu, hingga penataan ruang terbuka dengan rumput sintetis.


"Sebuah kawasan kuliner modern juga akan dikembangkan di sekitar Jalan Kehutanan yang akan diperluas. Konsep food center ini diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

"Kalau orang datang ke Majalengka semakin banyak, ekonomi rakyat akan tumbuh. Ini bagian dari upaya kita menjadikan Majalengka sebagai destinasi,"Pungkasnya


Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Majalengka,  

H. Iing Misbahudin menilai JPO ini memiliki nilai lebih sebagai landmark kota, bukan sekadar fasilitas umum.Kalau biasanya JPO hanya berfungsi sebagai penyeberangan, yang ini berbeda. Ini akan menjadi ikon baru Majalengka. Selain fungsi utamanya, juga menjadi daya tarik wisata di kawasan alun-alun. 


"JPO tersebut akan menghubungkan kawasan Alun-alun Majalengka dengan area DPRD, sekaligus terintegrasi dengan pengembangan kawasan kuliner di sekitarnya.proyek ini sepenuhnya didanai oleh Boy Thohir sebagai bentuk kontribusi terhadap kampung halamannya." Jelasnya


Iing Misbahudin mengatakan Saat ini, proses perizinan seperti IMB dan analisis dampak lalu lintas (Andalalin) masih berjalan di tingkat provinsi. Setelah rampung, tahapan konstruksi akan segera dimulai dengan penyesuaian teknis di lapangan. 


"Dengan konsep yang memadukan fungsi, estetika, dan filosofi, JPO di Jalan KH Abdul Halim diproyeksikan menjadi wajah baru Majalengka 'Langkung SAE' sebuah simbol transformasi kota menuju destinasi yang lebih hidup, aman, dan berdaya tarik tinggi."pungkas Iing Misbahudin


Ganjar

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl