Media Jurnal Investigasi | Intan Jaya, Papua Tengah – Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali melaksanakan operasi pengamanan di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Dalam operasi yang berlangsung di sekitar Kampung Abundoga, Kamis (16/7), personel TNI berhasil menguasai sebuah honai yang diduga digunakan sebagai lokasi transit oleh kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Operasi tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi intelijen mengenai dugaan adanya aktivitas konsolidasi kelompok bersenjata serta potensi rencana aksi yang dinilai dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Setelah melalui proses pengamatan, verifikasi, dan perencanaan secara matang, personel Koops TNI Habema bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat sipil.
Dalam penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata, di antaranya satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lainnya.
Keberhasilan operasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus mengurangi ancaman terhadap masyarakat di wilayah Intan Jaya. TNI menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi dilakukan secara profesional dengan tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil.
Di sela pelaksanaan operasi, empat warga yang berada di sekitar lokasi menyampaikan harapan agar situasi keamanan di kampung mereka tetap kondusif dan terbebas dari aksi kekerasan.
Mereka menginginkan terciptanya kehidupan yang aman sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa setiap operasi keamanan dilaksanakan berdasarkan prinsip selektif, terukur, dan profesional, serta selalu mengedepankan keselamatan masyarakat.
"Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
Keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.
Koops TNI Habema juga kembali mengajak seluruh anggota kelompok bersenjata yang masih berada di wilayah pegunungan Papua untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih penyelesaian melalui jalur damai. Menurut TNI, ruang dialog dan proses sesuai ketentuan hukum tetap terbuka sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Operasi ini menjadi salah satu langkah aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah Papua Tengah, sekaligus mendukung terciptanya situasi kondusif yang diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mendukung kelangsungan pembangunan di daerah.
(Wempie Yance)



