KALIMANTAN BARAT — Buku Mendidik Manusia Merdeka: Humanisme Religius dalam Pemikiran Pendidikan Tan Malaka karya Saidina Ali resmi diluncurkan dan hadir sebagai karya yang mengajak pembaca melihat pemikiran Tan Malaka dari perspektif pendidikan, kemanusiaan, dan nilai-nilai religius.
Buku yang diterbitkan oleh PT Halo Adil Sejahtera tersebut mencoba menghadirkan sisi Tan Malaka yang selama ini tidak banyak dibicarakan, yakni gagasannya mengenai pendidikan dan pembentukan manusia merdeka.
Melalui buku ini, Saidina Ali mengajak pembaca memahami bahwa pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan juga memiliki tugas penting dalam membentuk manusia yang memiliki akhlak, karakter, keberanian berpikir, semangat, serta tanggung jawab terhadap kehidupan sosial.
Pemikiran tersebut menjadi semakin menarik ketika ditempatkan dalam konteks perjalanan hidup Tan Malaka. Sebelum dikenal sebagai tokoh pergerakan dan pemikir politik, Tan Malaka tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama dan pernah belajar di surau di Pandam Gadang, Suliki, Sumatra Barat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu konteks yang digunakan penulis untuk melihat hubungan antara pendidikan, nilai moral, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab sosial dalam pemikiran Tan Malaka.
Pendidikan untuk Membentuk Manusia Merdeka
Konsep manusia merdeka menjadi gagasan penting yang diangkat Saidina Ali.
Manusia merdeka bukan hanya manusia yang bebas dari penjajahan, tetapi juga manusia yang memiliki kemampuan berpikir secara mandiri, memiliki kesadaran terhadap lingkungan sosial, serta mampu mempertanggungjawabkan pilihan dan tindakannya.
Dalam perspektif tersebut, pendidikan seharusnya tidak hanya menghasilkan manusia yang pintar secara akademik, tetapi juga manusia yang memiliki budi pekerti, karakter, kesadaran sosial, dan nilai kemanusiaan.
Buku ini sekaligus mengajak pembaca melihat bahwa gagasan pendidikan Tan Malaka dapat didiskusikan dalam konteks pendidikan Indonesia hari ini.
Humanisme dan Nilai Religius
Judul buku ini menempatkan humanisme religius sebagai perspektif utama. Pendidikan dipandang sebagai proses memanusiakan manusia, tetapi tetap memiliki landasan moral dan nilai spiritual.
Kebebasan berpikir tidak ditempatkan sebagai kebebasan tanpa batas. Sebaliknya, kemerdekaan berpikir perlu berjalan bersama tanggung jawab, etika, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, buku karya Saidina Ali ini tidak hanya relevan bagi pembaca yang ingin memahami Tan Malaka, tetapi juga bagi mahasiswa, akademisi, pendidik, aktivis, dan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan pendidikan Indonesia.
Mengajak Generasi Muda Berpikir Merdeka
Peluncuran buku Mendidik Manusia Merdeka diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia.
Di tengah perubahan zaman, perkembangan teknologi, serta berbagai tantangan sosial, pendidikan membutuhkan manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran kemanusiaan.
Melalui buku ini, Saidina Ali menghadirkan pertanyaan penting yang patut direnungkan bersama:
Apakah pendidikan hanya bertujuan membuat manusia menjadi pintar, atau juga harus mampu menjadikan manusia lebih beradab dan bertanggung jawab?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pintu masuk untuk memahami gagasan yang ditawarkan dalam Mendidik Manusia Merdeka.
Identitas Buku
Judul: Mendidik Manusia Merdeka: Humanisme Religius dalam Pemikiran Pendidikan Tan Malaka
Penulis: Saidina Ali
Editor: Ayu Musliha
Penerbit: PT Halo Adil Sejahtera
Tebal: viii + 116 halaman
Ukuran: 14 × 21 cm
Cetakan: Pertama, Juni 2026
DPSBN: 200-2026-00097-0
Mendidik manusia merdeka bukan sekadar mencerdaskan pikiran, tetapi membentuk manusia yang mampu berpikir bebas, memiliki nilai, berakhlak, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan bersama.
Humas/Media Release/M.supandi.

