Media Jurnal Investigasi, Jayapura, Papua.– Tokoh pemuda adat Papua asal Tabi, Lenjro Tukayo, menyampaikan apresiasi kepada Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 atas keberhasilan mengungkap kasus pembunuhan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penegakan hukum sekaligus harapan agar keluarga korban memperoleh keadilan dan kepastian hukum melalui proses hukum yang berlaku.
Lenjro menilai pengungkapan kasus tersebut merupakan langkah penting dalam memberikan kejelasan atas peristiwa yang terjadi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah bekerja menangani perkara tersebut hingga mencapai tahap pengungkapan.
“Sebagai tokoh pemuda adat Papua asal Tabi, saya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 atas kerja kerasnya dalam mengungkap kasus pembunuhan di Yahukimo. Kami berharap proses hukum berjalan secara adil dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban,” ujarnya.
Menurut Lenjro, penegakan hukum yang dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Ia berharap penanganan perkara tersebut dapat terus berjalan sesuai prosedur hukum, sehingga memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan menghormati hak hidup setiap orang.
Selain memberikan apresiasi, Lenjro mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjaga persatuan, mempererat tali persaudaraan, dan membangun kehidupan yang rukun di tengah keberagaman suku, budaya, serta latar belakang masyarakat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama isu-isu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh keadaan, maupun mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Menjaga kedamaian di Tanah Papua merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Lenjro menegaskan bahwa tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif.
Ia berharap semangat kebersamaan terus dipelihara agar masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman tanpa dibayangi konflik maupun tindakan kekerasan.
“Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan kedamaian di Tanah Papua, hidup rukun, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi demi cita-cita dan masa depan kita bersama,” tutupnya.
Melalui ajakan tersebut, Lenjro berharap penegakan hukum yang berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Papua yang aman, damai, dan bermartabat. ( FNS ).


