Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Jadi Pembina Upacara dan Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba serta Bullying

Ferry Nelson Saily
19 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-19T03:13:14Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

NABIRE, PAPUA TENGAH – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan masyarakat dan dunia pendidikan dengan turun langsung mengatur arus lalu lintas di sekitar lingkungan sekolah, sebelum menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Nabire, Senin (19/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 WIT tersebut turut dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas bersama sejumlah personel kepolisian. Mereka melaksanakan pengaturan lalu lintas atau strong point untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya para pelajar yang berangkat ke sekolah.


Kehadiran pimpinan Polda Papua Tengah di jalan raya menjadi bentuk nyata pelayanan kepolisian dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas pada jam masuk sekolah.


Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pelayanan langsung di ruang publik serta mendukung program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK).

Usai melaksanakan pengaturan lalu lintas, Kapolda Papua Tengah kemudian bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 1 Nabire. Di hadapan para siswa dan guru, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan, kedisiplinan, pembentukan karakter, serta tanggung jawab generasi muda dalam menentukan masa depan Papua Tengah.


“Anak-anakku sekalian yang saya banggakan, kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan masa depan Papua Tengah. Oleh karena itu, manfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan tekun, disiplin, menghormati guru dan orang tua, serta membangun karakter yang baik,” ujar Jermias dalam amanatnya.


Menurutnya, kehadiran Polri di lingkungan sekolah bukan semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan dan motivasi kepada para pelajar agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab.


“Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab,” katanya.

Kapolda Tekankan Bahaya Narkoba dan Perundungan


Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan tiga pesan penting kepada para pelajar. Pertama, ia mengingatkan siswa agar menjauhi narkoba karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan, dan menjerumuskan generasi muda ke dalam persoalan hukum.


“Jangan pernah mencoba narkoba karena rasa penasaran atau ajakan teman. Berani mengatakan tidak terhadap narkoba berarti berani menjaga masa depan sendiri,” tegasnya.


Kedua, Jermias mengingatkan para siswa agar menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perkelahian, perundungan atau bullying, konsumsi minuman beralkohol, serta tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Ia menegaskan bahwa prestasi dan perilaku positif merupakan ukuran yang lebih penting daripada mencari pengakuan melalui tindakan kekerasan atau menakut-nakuti orang lain.


“Ukuran kehebatan seorang pelajar bukanlah seberapa besar orang lain merasa takut kepadanya. Jangan merasa hebat karena ditakuti, melainkan bagaimana ia menunjukkan sikap yang baik, meraih prestasi, dan menghormati sesama,” pesannya.


Ketiga, Kapolda mengingatkan para pelajar agar bijak menggunakan media sosial. Ia meminta siswa tidak menyebarkan berita bohong, menghina orang lain, maupun melakukan perundungan di dunia maya.


Sebaliknya, media sosial dan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kemampuan diri.


“Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.


Perlindungan Anak Membutuhkan Kerja Sama


Selain memberikan motivasi kepada siswa, Jermias menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang telah menjalankan tugas mendidik generasi muda.


Ia menekankan bahwa perlindungan anak dari ancaman narkoba, kekerasan, dan pengaruh negatif lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, sekolah, orang tua, hingga masyarakat.


“Mari kita perkuat kerja sama antara Polri, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi anak-anak kita dari narkoba, kekerasan, dan pengaruh negatif lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung menjelaskan bahwa kegiatan pengaturan lalu lintas yang dilakukan Kapolda, Wakapolda, dan personel kepolisian merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Kehadiran personel di sekitar lingkungan sekolah bertujuan membantu kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelajar dan pengguna jalan pada jam masuk sekolah,” jelas Henry.


Ia menambahkan, kehadiran Kapolda di lingkungan pendidikan juga menjadi bentuk perhatian Polri terhadap pembinaan generasi muda, khususnya dalam mendorong para pelajar menjauhi perilaku negatif dan berfokus meraih cita-cita.


“Melalui program POLIDIK, kami ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memperkuat sinergi dengan pihak sekolah. Pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.


Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Tengah berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang disiplin, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.( FNS )

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl