MAJALENGKA, Media Jurnal Investigasi- Dalam upaya memperkokoh ketahanan nasional di tingkat akar rumput, kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika) digelar bersama Anggota MPR RI Jefry Romdonny dan anggota Laskar Gerindra Kabupaten Majalengka pada Senin (28/9) di Bumi Gerindra, Kabupaten Majalengka.
Acara ini secara khusus menyoroti ancaman penyebaran berita bohong (HOAX), ujaran kebencian, dan disinformasi di ruang digital yang berpotensi memecah belah kohesi sosial masyarakat.
Dalam paparannya, Jefry menegaskan bahwa melawan disinformasi merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila, khususnya Sila Ketiga: Persatuan Indonesia. Menurutnya, arus informasi yang tidak terverifikasi sering kali sengaja dirancang untuk membenturkan masyarakat berdasarkan perbedaan pilihan politik, suku, maupun agama.
"Kader dan simpatisan Laskar Gerindra di Majalengka harus berada di garda terdepan dalam menjaga ruang publik tetap sejuk. Mengamalkan Sila Ketiga Pancasila di era digital berarti menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, serta menolak segala bentuk provokasi yang mengancam persatuan bangsa," ujar Jefry di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Lebih lanjut, Jefry, alumni Pondok Pesantren Gontor, menjelaskan bahwa Empat Pilar kebangsaan bukan sekadar hafalan normatif, melainkan kompas moral dalam berpolitik dan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh elemen Laskar Gerindra Kabupaten Majalengka untuk menjadi agen literasi digital di lingkungan masing-masing guna memastikan masyarakat tidak mudah terpengaruh isu-isu manipulatif.
Sementara itu, Ketua Laskar Gerindra Kabupaten Majalengka, Eby, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Ia menyatakan komitmen jajarannya untuk mengawal pesan-pesan kebangsaan tersebut hingga ke tingkat desa.
"Materi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami siap menginstruksikan seluruh anggota Laskar Gerindra di Majalengka untuk bijak bermedia sosial, tidak ikut menyebarkan hoaks, dan terus merawat persatuan di tengah masyarakat," tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab seputar tantangan menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, serta ditutup dengan deklarasi komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Majalengka.
Ganjar


