Media Jurnal Investigasi. Timika Papua Tengah. – Kepolisian Sektor Mimika Baru bergerak menindaklanjuti kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial Glen Albert Yohanes Rahayaan meninggal dunia di Jalan Cenderawasih, kawasan Perumahan Hope, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (25/10/2026).
Dalam penanganan awal kasus tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa pengeroyokan tersebut. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Caritas Mimika untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa pengeroyokan itu diketahui terjadi sekitar pukul 09.30 WIT. Petugas piket Polsek Mimika Baru menerima pengaduan masyarakat sekitar pukul 10.30 WIT mengenai adanya seorang korban pengeroyokan yang berada di pos keamanan Perumahan Hope.
Sekitar pukul 11.00 WIT, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Caritas Mimika. Pada tahap awal penanganan, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
Berawal dari Konsumsi Minuman Keras
Berdasarkan keterangan awal salah satu terduga pelaku yang tercantum dalam laporan kepolisian, rangkaian peristiwa bermula ketika sejumlah orang berkumpul dan mengonsumsi minuman keras pada Minggu dini hari.
Setelah itu, salah satu orang yang berada dalam kelompok tersebut melanjutkan konsumsi minuman keras bersama beberapa rekannya di kawasan Perumahan Hope.
Dalam keterangan tersebut, sempat terjadi persoalan antara salah seorang pria dan seorang perempuan. Perempuan itu kemudian meninggalkan lokasi setelah menyampaikan akan melaporkan kejadian tersebut kepada kakaknya.
Sekitar 15 menit kemudian, sekelompok orang datang ke lokasi untuk mencari salah satu pria yang berada di rumah tersebut.
Situasi kemudian memanas setelah terjadi pemukulan. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, dalam keributan itu terdapat orang yang membawa senjata tajam jenis parang.
Salah satu pihak disebut sempat merebut parang dan mengejar kelompok yang datang. Dalam perkembangan situasi tersebut, korban Glen Albert Yohanes Rahayaan kemudian diduga menjadi sasaran pemukulan.
Keterangan awal terduga pelaku menyebutkan bahwa korban dipukul beberapa kali pada bagian wajah. Korban sempat melarikan diri, tetapi kemudian dikejar kembali.
Dalam perjalanan menuju pos keamanan, korban juga diduga mengalami pemukulan oleh sejumlah orang lainnya. Salah satu terduga pelaku yang diperiksa mengaku melihat rekannya memukul korban pada bagian badan.
Namun, seluruh keterangan tersebut masih perlu didalami dan dicocokkan dengan keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, serta alat bukti lainnya untuk memastikan peran masing-masing pihak.
Korban Meninggal Dunia di Rumah Sakit
Sekitar pukul 14.00 WIT, petugas menerima informasi dari Rumah Sakit Caritas Mimika bahwa korban telah dinyatakan meninggal dunia.
Tim kepolisian kemudian mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan catatan awal kepolisian, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala hingga mengeluarkan darah serta luka pada bagian hidung.
Polisi selanjutnya mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan resmi di Polsek Mimika Baru guna mendukung proses penanganan perkara.
Polisi Lakukan Pengembangan
Sekitar pukul 13.30 WIT, Unit Opsnal Polsek Mimika Baru melakukan pemeriksaan awal terhadap dua orang yang sebelumnya diamankan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak lain.
Tim kemudian melakukan pencarian dan sekitar pukul 15.00 WIT kembali mengamankan dua orang di kawasan Jalan Cenderawasih, Perumahan Hope, Timika.
Setelah tiba di Polsek Mimika Baru sekitar pukul 15.30 WIT, para pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Laporan kepolisian menyebutkan bahwa jumlah orang yang diamankan dalam penanganan awal kasus ini mencapai tiga orang. Meski demikian, keterlibatan masing-masing pihak masih perlu dipastikan melalui proses penyidikan.
Selain itu, terdapat keterangan awal bahwa sejumlah warga di sekitar lokasi diduga turut melakukan pemukulan terhadap korban. Informasi tersebut menjadi bagian yang perlu didalami penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.
Penyelidikan Perlu Mengungkap Peran Masing-Masing Pihak
Kasus pengeroyokan yang berujung pada meninggalnya korban ini memerlukan penyelidikan menyeluruh, terutama untuk memastikan penyebab kematian, rangkaian tindakan kekerasan, serta peran setiap orang yang berada di lokasi kejadian.
Pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan alat bukti, dan pendalaman keterangan para pihak menjadi langkah penting untuk mengungkap peristiwa tersebut secara utuh.
Kepolisian juga perlu mendalami dugaan keterlibatan orang lain yang disebut berada di lokasi, sehingga penanganan perkara tidak hanya berhenti pada pihak-pihak yang telah diamankan.
Hingga laporan awal tersebut disusun, proses penanganan perkara masih berlangsung. Setiap pihak yang diduga terlibat tetap harus diperlakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan asas praduga tak bersalah. ( FNS )




.jpg)
