Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Penyaluran BBM Larat Diwarnai Indikasi Penyimpangan

MALUKU - JURNALINVESTIGASI
29 November 2025
Last Updated 2025-11-29T15:49:24Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com Dugaan penyimpangan distribusi BBM jenis Petromax di Larat kembali mencuat setelah laporan lapangan menunjukkan alur pasokan yang tidak selaras dengan peruntukan normal di wilayah itu. Sabtu, (29/11/2025).


Laporan awal menyebut stok Petromax sering habis dalam waktu singkat, situasi yang membuat warga mempertanyakan mekanisme distribusi di APMS yang beroperasi di kota tersebut. Dua motor terparkir tanpa pengendara di depan kios itu saat pantauan singkat dilakukan.


Menurut catatan sementara, aliran BBM yang mestinya untuk kendaraan roda dua, roda empat, nelayan, dan rumah tangga, diduga mengalir lebih besar ke sejumlah perusahaan. Beberapa petugas terlihat mencatat volume kendaraan sejak pagi dan mengamati arus pengisian hingga jelang siang.


“Selesai isi hari ini, besok siang sudah habis. Kami yang kerja saja kesulitan,” kata seorang sopir taksi rute Larat–Saumlaki yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Distribusi yang tak merata ini memicu lonjakan harga di tingkat agen. Pasokan dari APMS juga dilaporkan kerap tidak bertahan sampai sore, meskipun informasi itu belum sepenuhnya lengkap dan perlu pengecekan ulang.


“Kami dirugikan. Ini jelas cara mencari untung cepat dan korbankan masyarakat,” ujarnya.


Dalam aturan tata niaga, APMS tidak boleh menyalurkan BBM non-subsidi langsung kepada perusahaan yang bukan Badan Usaha Niaga. Penyaluran tanpa mekanisme resmi bisa digolongkan sebagai pelanggaran dan dikenai sanksi administratif.


Dari informasi yang dihimpun, beberapa perusahaan lokal disebut menerima pasokan minyak dari distributor di Larat. Sebagian data sudah diperiksa, meskipun belum seluruhnya tersusun rapi dan masih menunggu verifikasi instansi terkait.


Perusahaan ikan Along membenarkan pernah mengambil pasokan Petromax dari APMS setempat. 


“Iya, kami pernah ambil dari sana,” ujar perwakilan perusahaan, tanpa rincian lebih jauh. Dan meminta agar identitasnya tidak dipublikasi.


Dalam laporan terpisah, sebuah perusahaan mutiara di Tatun juga disebut menerima pasokan. Catatan itu belum selaras dengan temuan awal sehingga perlu pemeriksaan tambahan.


“Ini bukan isu kecil, ini permainan besar yang rugikan orang banyak. Kami minta aparat tegas!” tegas seorang warga yang enggan disebut namanya.


Belum ada keterangan.


Sejumlah warga juga menyebut adanya penampungan solar skala kecil di beberapa titik, meskipun bagian tertentu dari laporannya belum bisa dipastikan isinya. Hingga siang tadi temuan itu belum diverifikasi aparat.


Sementara itu, upaya media memperoleh keterangan dari pengelola APMS belum membuahkan hasil. Petugas piket hanya mengatakan belum menerima informasi mengenai penyaluran ke perusahaan.


Dalam regulasi yang berlaku, dokumen distribusi harus diperiksa sebelum sanksi dapat diberikan dan pemeriksaan itu biasanya melibatkan pengecekan lapangan yang dilakukan bersama instansi teknis terkait, proses yang biasanya memakan beberapa hari kerja.


Sejauh ini, pemerintah daerah dan aparat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai dugaan penyaluran BBM tersebut. Dokumen yang ada masih dalam verifikasi awal.


Menurut penjelasan singkat dari sumber internal, pemeriksaan lanjutan atas data distribusi dijadwalkan dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk memastikan alur penyaluran BBM di Larat.


Hingga saat ini, instansi teknis masih menyusun rangkaian pengecekan dokumen dan pasokan sebelum menyampaikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan awal ini. (*)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl