Majalengka,Media Jurnal Investigasi- Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS, H. Ateng Sutisna, menegaskan bahwa pemerintah saat ini tidak akan menaikkan harga BBM dan terus berupaya menjaga ketersediaan stok energi agar tetap aman di tengah kekhawatiran masyarakat.
Menurut Ateng, pemerintah pusat fokus menjaga stabilitas dengan memastikan pasokan BBM dan gas tetap tersedia. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya di Komisi XII DPR RI terus melakukan pengawasan ketat agar subsidi energi tepat sasaran. “Pemerintah saat ini berusaha tidak menaikkan BBM dan memastikan stok tetap cukup. Kami di Komisi XII juga terus mengawasi agar tidak ada penyalahgunaan subsidi,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ateng juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aksi penimbunan maupun pembelian berlebihan yang justru bisa memperkeruh situasi.
“Tidak boleh ada yang menimbun BBM atau gas. Kalau ada penyalahgunaan subsidi, silakan laporkan kepada kami, nanti akan kami tindaklanjuti,” ujarnya. Terkait ketersediaan gas, Ateng mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia masih mengandalkan sekitar 80 persen impor, kondisi saat ini masih dalam batas aman. Bahkan, hasil pengecekan terakhir di terminal elpiji menunjukkan stok masih cukup untuk 98 hari ke depan, dan pasokan baru akan segera datang dalam waktu dekat.
“Insyaallah masih terjamin. Jadi masyarakat tidak perlu panik, jangan sampai terjadi panic buying,” katanya.
Ia menilai, kepanikan justru bisa memicu kekacauan distribusi di lapangan. Beberapa daerah bahkan sempat mengalami lonjakan pembelian yang tidak wajar, padahal stok sebenarnya tersedia. “Pembelian berlebihan dalam kondisi panik justru merusak sistem distribusi yang sudah diatur. Akhirnya jadi terlihat langka, padahal sebenarnya ada,” jelasnya.
Di sisi lain, DPR RI juga mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan produksi energi dalam negri guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, serta ikut mengawasi agar distribusi subsidi berjalan adil dan merata.
Ganjar



