Saumlaki, Jurnalinvestigasi.com – John Lartutul menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Pemuda Kandar dan Pemuda Lingat atas insiden yang terjadi beberapa hari lalu di belakang kantor BRI Saumlaki pada Kamis 9 April 2026.
Permohonan maaf tersebut disampaikan setelah yang bersangkutan mengakui telah mengucapkan kata-kata yang menyinggung perasaan sejumlah pemuda yang berada di lokasi kejadian pada saat peristiwa tersebut secara langsung.
Peristiwa tersebut terjadi ketika John Lartutul berada dalam kondisi dipengaruhi minuman keras sehingga tidak sepenuhnya mampu mengendalikan ucapan maupun sikapnya di hadapan sejumlah pemuda dari dua kelompok tersebut.
Menurut pengakuannya, kejadian tersebut murni merupakan kekhilafan pribadi tanpa adanya tekanan, paksaan, atau dorongan dari pihak mana pun, melainkan sepenuhnya akibat kelalaiannya dalam mengontrol diri.
Ia menyatakan bahwa dirinya baru menyadari dampak dari ucapan yang disampaikan setelah situasi kembali kondusif dan mendapat masukan dari sejumlah pihak terkait kejadian tersebut di lingkungan masyarakat setempat.
“Dalam keadaan mabuk, saya telah berbicara menyinggung perasaan basudara semua. Saya meminta maaf dengan tulus tanpa paksaan dari pihak mana pun,” kata John Lartutul kepada wartawan. Senin, (13/04/2026).
Ia menambahkan bahwa ucapan yang dilontarkan pada saat kejadian tersebut telah melukai perasaan Pemuda Kandar dan Pemuda Lingat sehingga dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk meminta maaf secara terbuka.
“Saya sangat menyesali perbuatan tersebut dan berkomitmen tidak akan mengulanginya kembali dalam kondisi apa pun, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar,” ujarnya.
Permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk itikad baik untuk meredam ketegangan yang sempat muncul di lingkungan masyarakat akibat peristiwa yang terjadi pada waktu dini hari tersebut.
Selain itu, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman yang lebih luas di tengah masyarakat, khususnya di antara kelompok pemuda yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial.
John Lartutul juga menyampaikan harapannya agar hubungan persaudaraan antara Pemuda Kandar dan Pemuda Lingat tetap terjaga dengan baik serta tidak terganggu oleh peristiwa yang terjadi tersebut.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta tidak memperpanjang persoalan yang terjadi agar suasana kondusif di lingkungan masyarakat dapat terus terjaga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemuda Kandar dan Pemuda Lingat belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan maaf yang telah disampaikan oleh John Lartutul tersebut.
Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh keterangan dari kedua pihak terkait untuk memastikan keberimbangan informasi dalam pemberitaan sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berlaku.
Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan di sekitar lokasi kejadian, namun situasi dilaporkan telah kembali kondusif setelah adanya komunikasi antar pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Sejumlah tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat berperan aktif dalam memediasi pihak-pihak terkait guna memperkuat upaya rekonsiliasi serta menjaga stabilitas sosial di lingkungan masyarakat sekitar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga etika komunikasi dan mengendalikan diri dalam berbagai situasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. (NFB)


