Majalengka, Jurnal Investigasi. Com— Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mendapat sambutan positif dari jajaran SDN Tenjolayar 3. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus memberikan kenyamanan bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Kepala SDN Tenjolayar 3, Aef Saefudin, S.Pd, didampingi jajaran P2SP, di antaranya Aid Waluyana, S.Pd., Luki Adit Pratama, S.Pd., Irma Suryani, S.Pd., Dedi Suhardi, serta Debi Hamidi, S.Pd., menerima kunjungan sejumlah insan media dalam rangka monitoring, sosial kontrol, sekaligus peliputan terkait pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Hadir pula Koordinator Reporter JITV Bang Eful bersama sejumlah rekan media cetak dan online, di antaranya H.Didi wartawan Metro Jabar, Abah Ujang Ahyar jurnalis Forum Dialog, dan Yusuf Maulana media Jurnal Investigasi. Com
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SDN Tenjolayar 3 menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian terhadap peningkatan sarana pendidikan, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beserta jajaran kementerian terkait yang telah memberikan dukungan melalui program revitalisasi APBN 2026.
«“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Bantuan ini akan kami pergunakan dan alokasikan semaksimal mungkin sesuai kebutuhan sekolah serta aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Aef.»
Menurutnya, revitalisasi menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan di SDN Tenjolayar 3. Saat ini fasilitas sekolah yang tersedia meliputi tiga ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta toilet.
Meski demikian, pihak sekolah masih membutuhkan dukungan tambahan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah pembangunan satu ruang kelas tambahan serta penataan lingkungan sekolah melalui pembangunan pagar.
Aef berharap pemerintah dapat kembali memberikan dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mengingat kondisi sekolah yang berada di pinggir jalan.
«“Kami sangat berharap bantuan untuk satu ruang kelas lagi dan juga pemagaran sekolah. Mengingat posisi sekolah kami berada di pinggir jalan, pagar sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan siswa. Kami tidak ingin ada siswa yang berkeliaran keluar lingkungan sekolah ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung,” ungkapnya.»
Ia menegaskan, kelengkapan sarana pendidikan bukan semata-mata persoalan fisik bangunan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
Pihak sekolah pun berkomitmen untuk melaksanakan pengelolaan bantuan secara transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, kehadiran insan pers dalam kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari fungsi kontrol sosial untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan pendidikan berjalan secara baik, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat.
Dengan adanya dukungan pemerintah dan pengawasan berbagai pihak, SDN Tenjolayar 3 diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan serta menghadirkan lingkungan sekolah yang semakin representatif bagi generasi penerus bangsa. (Bang Eful & team)


