Media Jurnal Investigasi. Nabire, Papua Tengah. — Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan komitmennya dalam mendorong program Green Policing sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Green Policing di kawasan Taman Gizi, Kabupaten Nabire, Jumat (16/10/2026). Dalam kegiatan itu, Kapolda bersama personel kepolisian membersihkan lingkungan, menanam pohon kelapa di kawasan pesisir, serta mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat di sekitar lokasi.
Kapolda mengatakan, program Green Policing sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Menurutnya, pendekatan tersebut relevan diterapkan di Tanah Papua untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan dan melestarikan alam.
Ia menegaskan, Green Policing tidak sebatas kegiatan membersihkan sampah atau menanam pohon, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi kepentingan generasi mendatang.
“Green Policing ini sangat bermanfaat untuk dilaksanakan di Tanah Papua. Kita tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh jajaran Polri serta masyarakat,” tegas Jermias.
Selain berorientasi pada pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di lapangan, Polri dapat mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus memahami kebutuhan mereka.
Kapolda menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membuka ruang dialog dan menindaklanjuti aspirasi warga sesuai kewenangan.
“Di era sekarang, Polri harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka, memahami persoalan yang dihadapi, dan memberikan solusi nyata. Polri tidak boleh hanya menunggu laporan, tetapi harus proaktif turun ke lapangan untuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jermias, pendekatan langsung seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang terbuka sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kawasan Taman Gizi Nabire yang menjadi salah satu ruang publik dan lokasi aktivitas kuliner serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kebersihan kawasan tersebut, lanjutnya, merupakan tanggung jawab bersama agar masyarakat maupun pelaku usaha dapat beraktivitas dengan nyaman. Karena itu, partisipasi warga dan para pelaku usaha dibutuhkan untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Di sini tadi kita bersama anggota membersihkan sampah, lalu menanam pohon kelapa di pinggir pantai. Harapannya, kita dapat membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, mengingat ini menjadi kawasan kuliner atau UMKM,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Papua Tengah berharap Green Policing dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan kepolisian, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menjaga kebersihan ruang publik serta kelestarian lingkungan di Papua Tengah.
Program ini sekaligus menjadi sarana bagi personel kepolisian untuk membangun kedekatan dengan warga melalui kegiatan sosial dan dialog langsung, sehingga kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. ( FNS ).




