Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Polda Papua Tengah Gelar Operasi Pekat Noken 2026, 459 Kasus Jadi Perhatian

Ferry Nelson Saily
08 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-08T04:45:26Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Media Jurnal Investigasi, Nabire, Papua Tengah. — Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama 12 hari, mulai 9 hingga 20 Oktober 2026. Operasi ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat dan kejahatan yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Operasi tersebut akan mengedepankan langkah preemtif, preventif dan penegakan hukum dengan sasaran antara lain pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), peredaran dan penyalahgunaan narkotika, minuman beralkohol, perjudian, prostitusi, premanisme serta tindak kejahatan konvensional lainnya.

Data kepolisian menunjukkan persoalan Kamtibmas masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data aplikasi DORS per 6 Oktober 2026, tercatat 459 kasus kejahatan konvensional, narkotika, minuman beralkohol, perjudian, prostitusi, premanisme dan berbagai gangguan Kamtibmas lainnya sepanjang 1 Januari hingga 6 Oktober 2026.


Dari jumlah tersebut, baru 47 kasus yang telah diselesaikan. Sementara sejumlah kasus menonjol didominasi curanmor sebanyak 150 kasus, penganiayaan 121 kasus, curas 105 kasus, dan pengeroyokan sebanyak 35 kasus.


Data tersebut menjadi salah satu dasar kepolisian memperkuat langkah pencegahan dan penindakan melalui Operasi Pekat Noken 2026.


Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas mengatakan, operasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga mencegah potensi gangguan Kamtibmas sebelum berkembang menjadi tindak pidana.


“Operasi Pekat Noken 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Kegiatan preemtif dan preventif harus dikedepankan untuk mencegah munculnya gangguan Kamtibmas sejak dini, di samping penegakan hukum terhadap jaringan maupun pelaku tindak pidana,” tegas Gustav usai memimpin rapat Operasi Pekat Noken 2026, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, tingginya angka kasus tersebut tidak hanya menjadi persoalan statistik, tetapi juga berkaitan langsung dengan rasa aman masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran diminta menjadikan data kriminalitas sebagai dasar dalam menentukan sasaran operasi.


Gustav meminta personel melakukan pemetaan secara detail terhadap lokasi rawan, waktu rawan, modus operandi serta kelompok atau pelaku yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.


“Pemetaan harus dilakukan secara detail sehingga pelaksanaan operasi benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi, personel diminta bertindak tegas namun tetap profesional, proporsional dan humanis serta berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.


Ia juga mengingatkan anggota agar tidak melakukan tindakan arogan atau berlebihan saat menjalankan tugas.


“Jangan sampai dalam upaya memberantas penyakit masyarakat justru terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota kita sendiri,” tegasnya.


Gustav menambahkan, keberhasilan Operasi Pekat Noken tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap atau kasus yang diungkap. Menurutnya, indikator penting lainnya adalah kemampuan kepolisian mencegah terjadinya kejahatan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif bagi masyarakat.


Untuk memperkuat operasi, Polda Papua Tengah juga akan membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat.


“Operasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menegakkan hukum secara berkeadilan,” pungkasnya. (FNS)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl