Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Viral Kuwu Terpilih Tetap Jadi Buruh Tani, Kastori Tegaskan Jabatan Tak Mengubah Jati Diri

ade nur
25 Desember 2025
Last Updated 2025-12-25T11:31:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates



Indramayu, Media Jurnal Investigasi.com - Sosok calon Kuwu terpilih Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Kastori, mendadak menjadi perhatian publik setelah sebuah video memperlihatkan dirinya tetap bekerja di sawah usai dinyatakan menang dalam Pemilihan Kuwu (Pilwu) 2025. Video tersebut viral di media sosial dan menuai respons positif dari warganet.

Dalam rekaman yang beredar luas, Kastori—yang akrab disapa Cokro—terlihat ikut kuli tandur dan mengerjakan pekerjaan berat layaknya buruh tani lainnya. Tidak ada selebrasi kemenangan, tidak pula simbol kemewahan. Ia justru kembali ke lumpur sawah, seolah status barunya sebagai kepala desa terpilih tak mengubah kesehariannya.

Sikap tersebut dinilai mencerminkan karakter kepemimpinan yang membumi. Banyak warganet menilai apa yang dilakukan Cokro bukan sekadar pencitraan politik, melainkan gambaran nyata kehidupan yang telah ia jalani sejak lama sebagai buruh tani.

Kepada awak media, Kamis (25/12/2025), Cokro menegaskan bahwa latar belakangnya sebagai petani bukan hal yang patut disembunyikan. Ia justru menganggap sawah sebagai bagian dari identitas hidupnya.

“Kami lahir dan besar dari petani. Dari situlah keluarga kami bertahan hidup. Jadi tidak ada yang perlu dibanggakan atau disembunyikan,” ujarnya.

Cokro menjelaskan keikutsertaannya dalam kontestasi Pilwu 2025 dilandasi kepedulian terhadap masa depan desa, bukan ambisi jabatan. Ia mengaku telah menyiapkan konsep pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat, terutama sektor pertanian.

“Saya maju karena ada konsep yang harus diwujudkan untuk kemajuan Desa Sumber Jaya,” katanya.

Di tengah kuatnya stigma politik berbiaya mahal, Cokro mengungkap fakta mengejutkan. Saat mendaftar sebagai bakal calon kuwu, ia hanya memiliki modal Rp300 ribu. Bahkan sebelum mendaftar, ia masih bekerja mengangkut gabah di sawah.

“Waktu daftar bacalwu, kami hanya pegang uang Rp300 ribu. Sebelumnya masih kerja di sawah,” tuturnya.

Ia menegaskan, ketika resmi menjabat nanti, dirinya tidak ingin berjarak dengan warga. Ia berkomitmen tetap mudah ditemui, mendengar keluhan masyarakat, dan berpihak pada kaum buruh serta petani.

Penilaian positif juga datang dari warga. Dadang (65), warga setempat, menyebut Cokro dikenal sebagai pribadi sederhana dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Beliau selalu berbaur dan tidak pernah membeda-bedakan. Kami berharap Desa Sumber Jaya semakin baik di bawah kepemimpinannya,” ujarnya.

Cokro menambahkan, sektor pertanian akan menjadi fokus utama kepemimpinannya mengingat mayoritas warga menggantungkan hidup dari sawah. Menurutnya, membangun desa harus dimulai dari memperkuat sumber penghidupan masyarakat.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl