Majalengka, Media Jurnal Investigasi– Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka turun langsung meninjau kondisi SD Negeri Ranji Wetan IV pada Selasa, 13 Januari 2026.
Hasil peninjauan tersebut menunjukkan kondisi sekolah yang dinilai sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa.
Dalam kunjungannya, Komisi III menemukan sejumlah kerusakan serius pada bangunan sekolah.
Plafon di beberapa ruang kelas dilaporkan sudah jebol, sementara genteng satu per satu mulai berjatuhan.
Kondisi tersebut membuat sebagian besar ruang kelas tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak justru berada dalam kondisi yang menyayat hati,” ujar Ketua Komisi III H. Iing Misbahuddin, Rabu, (14/1/25).
Meski masih terdapat satu gedung yang relatif layak, namun bangunan tersebut juga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Tak hanya itu, fasilitas penunjang pendidikan pun dinilai jauh dari kata memadai. Perpustakaan sekolah yang seharusnya menjadi pusat literasi sudah tidak dapat digunakan.
Lebih memprihatinkan lagi, SDN Ranji Wetan IV disebut tidak memiliki fasilitas toilet serta musholla, yang merupakan kebutuhan dasar bagi siswa dan tenaga pendidik.
Menurut Ketua Komisi III, persoalan ini bukan semata soal tampilan fisik bangunan, melainkan menyangkut aspek kemanusiaan dan hak dasar anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan layak.
“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan siswa, kondisi ini tidak boleh dibiarkan lebih lama lagi,” tegasnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat dalam menangani persoalan tersebut.
Pihaknya mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga terjadi insiden yang membahayakan keselamatan siswa.
“Kita tidak boleh menunggu sampai ada korban jiwa atau atap ambruk menimpa siswa, baru kemudian bertindak,” pungkasnya.(*)

