Majalengka, Media Jurnal Investigasi- Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dr. H. Jefry Romdonny, S.E., S.Sos., M.Si., M.M.Dapil Majalengka, Sumedang, Subang (SMS), Pentingnya penguatan nilai kebangsaan melalui Sosialisasi Pancasila dan Geopolitiksebagai langkah antisipasi menghadapi dampak konflik global.yang bertempat di Garden Hotel kabupaten Majalengka, Jawa Barat. "Pada Sabtu (11/04/2026) .
Kegiatan ini pentingnya sikap konsisten dalam melaksanakan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, keperibadian hingga jati diri bangsa guna menghadapi tantangan geopolitik ke depan.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI, H. Jefry Romdonny menekankan pentingnya ideologi negara sebagai pemandu di tengah ketidakpastian. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan instrumen vital untuk menjaga stabilitas nasional dari gempuran pengaruh luar.
"Situasi ekonomi dan politik dunia saat ini memang sedang tidak menentu. Adanya perang ekonomi hingga perebutan sumber daya alam memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di dalam negeri. Hal ini terlihat dari fluktuasi harga energi serta tantangan ekonomi yang harus dihadapi pemerintah. Oleh karena itu, posisi Indonesia di kancah internasional perlu dipertegas agar tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan tatanan global."Ucapnya
Menurut Kang Jefry Romdonny, Pancasila sebagai pandangan hidup, keperibadian dan jati diri bangsa perlu diterapkan dalam setiap keputusan, kebijakan hingga tindakan guna menghadapi tantangan situasi geopolitik tidak menentu.
“Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, belum sungguh-sungguh dilaksanakan sebagai pandangan hidup, sebagai filosofi gronslag sebagai keperibadian dan sebagai jati diri bangsa."Ujar Jefry Romdonny
Lebih lanjut, Jefry Romdonny menegaskan, penerapan Pancasila untuk membangun negeri dalam menghadapi setiap tantangan termasuk geopolitik dapat dijadikan sebagai sebuah alat ukur.
Menurut Politikus Partai Gerindra ini, dengan menerapkan Pancasila semua keputusan, kebijakan dan tindakan akan dapat terukur dengan baik.
“Jadi kalau Pancasila dijadikan jati diri kepribadian penyelenggara negara, seluruh warga negara, maka (keputusan, kebijakan dan tindakan) akan terukur,”Tegasnya
Ganjar


