Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Pagelaran Wayang Meriahkan Tasyakuran Pamong Desa dan Tradisi Mapag Sri di Rancamulya

ade nur
12 April 2026
Last Updated 2026-04-12T08:54:49Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Indramayu, Media Jurnal Investigasi — Pemerintah Desa Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menggelar dua agenda sekaligus, yakni tasyakuran pengangkatan pamong desa baru dan tradisi Mapag Sri, pada Minggu (12/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah di halaman Balai Desa Rancamulya dan diwarnai pagelaran wayang kulit bertajuk “Langgen Rahayu Pusaka Negara.”


Acara dihadiri oleh unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur, baik atas dilantiknya pamong desa baru maupun hasil panen masyarakat tahun ini. Pertunjukan wayang kulit menghadirkan dalang kondang Anom Ismani, S.P., serta sinden Tia Permata Sari yang turut menghibur masyarakat.


Kuwu Desa Rancamulya, Waryanto, menyampaikan bahwa kedua agenda tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat desa, tidak hanya dalam aspek pemerintahan, tetapi juga dalam menjaga tradisi leluhur.


“Ini adalah bentuk rasa syukur kami, baik atas amanah yang diberikan kepada pamong desa yang baru, maupun atas hasil panen masyarakat. Semua kami rangkum dalam satu kebersamaan,” ujarnya.


Ia menambahkan, tradisi Mapag Sri memiliki makna mendalam sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan warisan budaya yang harus terus dijaga.


“Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu menghargai alam dan menjaga keseimbangan hidup. Nilai-nilai ini penting untuk terus diwariskan,” katanya.


Lebih lanjut, Waryanto berharap generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal melalui kegiatan tersebut, termasuk melalui pagelaran wayang kulit yang sarat makna.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak muda tidak hanya melihat, tetapi juga memahami arti penting dari tradisi dan budaya yang kita miliki,” tambahnya.


Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Suryadi, menilai bahwa penggabungan dua agenda tersebut justru memperkuat rasa kebersamaan warga.


“Dengan adanya dua kegiatan ini, masyarakat semakin kompak. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat persatuan,” ungkapnya.


Di sisi lain, panitia pelaksana menyebutkan bahwa hasil pertanian tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sehingga masyarakat merasa perlu menggelar syukuran secara lebih meriah.


“Alhamdulillah, panen tahun ini cukup baik. Harapannya ke depan bisa terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik,” jelasnya.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan, budaya, serta semangat gotong royong masyarakat Desa Rancamulya dapat terus terjaga dan berkembang.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl