Indramayu, Media Jurnal Investigasi – Pagi itu, kehidupan di Kecamatan Gabuswetan berjalan seperti biasa. Aktivitas warga dimulai, suara kendaraan lalu lalang terdengar di jalan desa, dan para orang tua menjalani rutinitas sehari-hari. Namun bagi seorang ibu bernama Cinih (47), hari-hari belakangan terasa berbeda. Putranya, Rizki, tengah bersiap menapaki jalan baru yang akan membawanya jauh dari kampung halaman.
Baru lulus sekolah pada tahun 2026, Rizki memilih tidak berlama-lama menikmati masa santai selepas pendidikan. Ia justru memutuskan untuk mempersiapkan diri bekerja di Jepang, sebuah keputusan yang lahir dari keinginan sederhana namun penuh makna, membahagiakan kedua orang tuanya.
Langkah menuju impian itu kini sedang ia tempuh bersama Firman, sahabat seperjuangannya yang juga berasal dari Kecamatan Gabuswetan. Keduanya mengikuti pendidikan bahasa Jepang di LPK Sholeh Vision Center yang berada di Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.
Di tempat itulah mereka mulai mengenal bahasa, budaya, dan kedisiplinan yang menjadi bagian penting dalam proses menuju dunia kerja internasional. Setiap pelajaran yang dipelajari bukan sekadar hafalan kosakata, melainkan bagian dari perjuangan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Bagi Rizki, Jepang bukan hanya negara tujuan. Negeri Sakura menjadi simbol harapan, tempat ia ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.
Di rumah sederhana tempat keluarganya tinggal, doa seorang ibu terus mengiringi setiap langkah yang dijalani sang anak. Cinih mengaku bangga melihat keberanian Rizki mengambil keputusan besar di usia yang masih muda.
"Sebagai orang tua, saya hanya bisa mendoakan yang terbaik. Semoga Rizki selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap prosesnya. Saya berharap dia bisa sukses, membanggakan keluarga, dan mencapai cita-cita yang diinginkannya," tuturnya penuh haru.
Perjalanan menuju Jepang memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan ketekunan, disiplin, kemampuan bahasa, hingga kesiapan mental untuk hidup jauh dari keluarga dan lingkungan yang selama ini menjadi tempat bertumbuh.
Pemilik LPK Sholeh Vision Center, Sholeh, mengatakan bahwa pihaknya terus mendampingi para peserta didik selama menjalani proses pendidikan dan persiapan kerja ke luar negeri. Menurutnya, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan para siswa.
"Kami selalu berupaya menjaga komunikasi dengan orang tua agar mereka mengetahui perkembangan anak-anaknya. Semoga Rizki dan Firman dapat menjalani seluruh tahapan dengan baik hingga akhirnya berhasil meraih cita-cita mereka di Jepang," ujarnya.
Perjalanan Rizki mungkin masih panjang. Masih ada proses yang harus dilewati sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Negeri Sakura. Namun tekadnya telah bulat. Ia memilih melangkah, meninggalkan kenyamanan masa muda demi sebuah harapan yang lebih besar.
Karena bagi Rizki, kesuksesan bukan hanya tentang dirinya. Kesuksesan adalah ketika suatu hari nanti ia dapat pulang membawa kebanggaan, lalu melihat senyum orang tuanya yang selama ini menjadi alasan utama di balik setiap perjuangan.


