Kab,Bekasi – jurnalinvestigasi.com
Krisis air akibat musim kemarau mulai dirasakan para petani di wilayah Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Ribuan hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami kekeringan yang menyebabkan tanaman padi tidak dapat tumbuh maksimal, bahkan sebagian petani terancam mengalami gagal panen. Kondisi kekeringan di wilayah Kabupaten Bekasi juga menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah area pertanian mengalami gangguan pasokan air irigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Tambelang terdampak kekurangan air, di antaranya Desa Sukamaju, Desa Sukarapih, Desa Sukarahayu, dan Desa Sukabakti. Kondisi terparah terjadi pada sejumlah hamparan sawah yang mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
Para petani mengeluhkan kondisi lahan yang semakin mengering. Tidak sedikit petani yang sebelumnya sudah mengeluarkan modal untuk membeli benih dan melakukan penyemaian padi, namun harus menerima kenyataan tanaman tidak dapat berkembang karena kekurangan air.
“Bibit sudah disiapkan untuk ditanam, tetapi karena air tidak ada, akhirnya hanya menjadi pakan ternak,” ungkap salah seorang petani yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menurut para petani, kondisi ini bukan hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga mengancam keberlangsungan ekonomi keluarga petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen sawah.
Persoalan kekeringan di wilayah Tambelang juga menjadi sorotan karena gangguan distribusi air irigasi disebut ikut memperparah kondisi persawahan. Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya telah melakukan peninjauan terhadap saluran irigasi yang mengalami hambatan akibat sedimentasi dan faktor lain yang mengganggu aliran air ke area pertanian.
Petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari percepatan pengairan, normalisasi saluran irigasi, hingga bantuan bagi petani yang mengalami kerugian akibat gagal tanam maupun gagal panen.
“Kami tidak hanya membutuhkan imbauan, tetapi tindakan nyata. Sawah adalah sumber kehidupan kami. Kalau terus dibiarkan, petani yang akan menjadi korban,” ujar salah satu petani.
Hingga berita ini diturunkan, para petani masih menunggu perhatian serius dari instansi terkait agar persoalan kekeringan tidak semakin meluas dan berdampak terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi.
(Ermanto)


