Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Dandim Mimika: 9 Perempuan, Termasuk Anak SD, Diduga Dibawa Paksa Kelompok Bersenjata Di Jila

Wempie Yance
20 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-20T03:25:28Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Media Jurnal Investigasi | MiMIKA, Papua Tengah — Situasi keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi perhatian setelah sembilan perempuan, termasuk sejumlah anak sekolah dasar dan seorang perempuan yang disebut sedang hamil muda, dilaporkan diduga dibawa secara paksa oleh kelompok bersenjata pada 17 Agustus 2026.


Informasi tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda. Peristiwa itu disebut terjadi setelah kelompok bersenjata melakukan serangan terhadap aparat keamanan di wilayah Jila bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


Jozanda menjelaskan, setelah terjadi kontak tembak, kelompok bersenjata kemudian bergerak mundur menuju kawasan pegunungan. Aparat selanjutnya melakukan konsolidasi sebelum melaksanakan penyisiran terhadap sejumlah jalur yang diduga digunakan kelompok tersebut untuk melarikan diri.


Dalam proses penyisiran, Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya warga yang diduga dipaksa mengikuti kelompok bersenjata.


“Dalam proses penyisiran, Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa warga yang dipaksa ikut dibawa kelompok bersenjata,” ujar Jozanda.


Berdasarkan laporan awal yang diterima aparat, terdapat sembilan perempuan yang diduga menjadi korban. Mereka terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, remaja, hingga seorang perempuan berusia 17 tahun yang disebut sedang hamil muda.


Kesembilan perempuan tersebut yakni Nemerina Wamang (17), Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Mesawaro (kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).


Selain laporan dugaan penculikan tersebut, insiden itu juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Seorang perempuan bernama Neregingget Magai (48) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak ketika berusaha mempertahankan anaknya agar tidak dibawa oleh kelompok bersenjata.


“Korban meninggal di lokasi dan menurut laporan masyarakat, jenazahnya kemudian dibakar,” kata Jozanda.


Sementara itu, seorang perempuan lainnya, Inkolung Aim, dilaporkan mengalami patah tulang setelah diduga didorong ke jurang ketika berusaha menghalangi aksi kelompok tersebut. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan di Distrik Jila.


Diduga Melibatkan Sekitar 15 Orang


Dandim 1710/Mimika menyebut, berdasarkan informasi awal dari masyarakat, kelompok yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berjumlah sekitar 15 orang.


Namun, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas kelompok, termasuk siapa yang diduga menjadi pimpinan maupun pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.


Jozanda mengatakan, kelompok tersebut diduga merupakan kelompok yang relatif baru beroperasi di wilayah Jila. Salah satu indikasinya adalah bahasa yang digunakan oleh para pelaku yang disebut berbeda dengan bahasa masyarakat setempat.


“Kami masih mendalami kelompoknya. Jika identitas pimpinan maupun kelompok sudah dipastikan, akan kami sampaikan,” ujarnya.


Aparat Lakukan Pengejaran


Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan upaya pengejaran dan pencarian terhadap kelompok yang diduga membawa sembilan perempuan tersebut.


Demi kepentingan operasi, aparat tidak mengungkapkan jumlah personel yang dikerahkan maupun detail pergerakan di lapangan.


Jozanda berharap seluruh perempuan yang dilaporkan dibawa paksa dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.


“Kami berharap anak-anak ini segera ditemukan dan bisa kembali dengan selamat kepada orang tuanya,” katanya.


Di sisi lain, kondisi keamanan di Distrik Jila disebut mulai berangsur kondusif. Meski demikian, masyarakat masih diliputi kekhawatiran untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja di kebun.


Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah mempersiapkan bantuan logistik bagi masyarakat. Penyaluran bantuan akan dilakukan setelah kondisi penerbangan menuju Jila dinilai cukup aman.


Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan aparat keamanan. Informasi mengenai identitas kelompok, keberadaan sembilan perempuan yang dilaporkan dibawa paksa, serta perkembangan operasi pencarian masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi lebih lanjut.

(Wempie Yance) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl