Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Merah Putih Mengikat Cijati, Ribuan Warga Tunjukkan Kreativitas dan Semangat Gotong Royong

admin
22 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-22T03:24:45Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


MAJALENGKA, Media Jurnal Investigasi— Semangat kemerdekaan terasa begitu hidup di Kelurahan Cijati, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Sabtu (22/8/2026).


Ribuan warga dari 26 RT dan 10 RW turun ke jalan mengikuti Karnaval Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.


Kawasan Cijati seketika berubah menjadi panggung rakyat. Beragam kostum, kendaraan hias, sepeda hias, pertunjukan seni hingga kreasi warga tampil dalam satu iring-iringan yang penuh warna.


Namun di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan yang jauh lebih penting yaitu tentang persatuan.


Karnaval yang diinisiasi Karang Taruna Kelurahan Cijati bersama pemerintah kelurahan menjadi ruang perjumpaan warga sekaligus wadah untuk merawat semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Lurah Cijati, Ahem Sunandar, S.AP., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan membantu menjaga kelancaran kegiatan.


“Terima kasih atas antusiasme masyarakat Cijati dalam berpartisipasi dan mendukung kelancaran kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna, yaitu Karnaval. Semoga Kelurahan Cijati ini tambah maju, tambah berseri, tambah berkarya ke depannya,” ujar Ahem.


Ketua Karang Taruna Kelurahan Cijati, Deden Doni Koswara, S.Pd., mengatakan karnaval tersebut menjadi puncak dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 RI.


Sebelumnya, masyarakat telah mengikuti berbagai kegiatan, seperti bola voli antar-RW dan sepak bola antar-RW.


Menurut Deden, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun sportivitas, mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persatuan.


“Tujuannya untuk menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kesatuan,” ungkapnya.


Deden juga mengapresiasi dukungan Lurah Cijati dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan.


“Pak Lurah sangat membantu sekali atas terlaksananya kegiatan ini,” katanya.


Ia menyebut Cijati sebagai wilayah yang berada di antara karakter kota dan kampung.


“Cijati ini dibilang kota tidak, disebut kampung juga tidak. Saya menyebutnya semi kota. Tapi Cijati masih kompak,” ujarnya.


Untuk pembiayaan karnaval, Deden menjelaskan kegiatan tersebut didukung melalui swadaya anggota Karang Taruna dan para donatur. Menurutnya, panitia tidak meminta pembiayaan kepada masyarakat.


Karnaval akhirnya bukan hanya menjadi perayaan visual dengan kostum dan kendaraan hias. Ia menjadi potret bahwa di tengah perubahan zaman, masyarakat masih memiliki ruang untuk berkumpul, bekerja bersama dan merawat persaudaraan.


Dari 26 RT dan 10 RW, Cijati mengirimkan pesan sederhana: kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika dirayakan dengan persatuan.**

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl