Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Miris...! Menu MBG di Desa Jayalaksana Dipertanyakan, IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Soroti Standar Gizi dan Porsi

Jurnalinvestigasi
14 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-14T11:32:04Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


BEKASI, 14 Oktober 2026 – DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi menyoroti penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, menu yang disajikan kepada anak-anak sekolah tercatat berupa: Nasi, 1 butir telur asin, oreg tempe, 1 buah apel, dan 1 iris timun. Dari seluruh item harga satuan kisaran berjumlah Rp 8000 perporsi.

 

Afifudin, Ketua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi yang akrab disapa Bang Opik, menyampaikan:

 

"Sangat memprihatinkan. Dengan menu yang disajikan — hanya nasi, satu butir telur asin, oreg tempe, satu iris timun dan satu buah apel — kami mempertanyakan apakah ini sudah memenuhi standar gizi harian anak usia sekolah. Porsi protein sangat minim, sayuran hampir tidak ada, dan variasi yang sangat terbatas. Program MBG bukan sekadar memberi makan agar kenyang, melainkan memastikan anak-anak mendapat asupan gizi yang seimbang untuk tumbuh kembang mereka."

 

🔹 Poin Sorotan:

 

- Komposisi menu dinilai belum memenuhi standar gizi seimbang yang diharapkan

- Sumber protein sangat terbatas dan belum mencukupi kebutuhan anak

- Sayuran sangat minim, hanya berupa satu iris timun

- Porsi dan variasi menu dinilai kurang bervariasi dan kurang mengenyangkan bagi anak sekolah

 

🔹 Tuntutan IWO Indonesia Kabupaten Bekasi:

 

1.Apakah menu dapur SPPG Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Sesuai dengan daftar jadwal menu BGN.


2. Meminta pihak penyelenggara dan Dinas terkait segera mengevaluasi komposisi menu SPPG MBG di Desa Jayalaksana.


3. Memastikan menu mencakup sumber protein, sayuran, dan buah yang cukup dan beragam setiap harinya.


4. Melakukan pengecekan rutin agar program berjalan sesuai tujuan — meningkatkan gizi anak, bukan sekadar formalitas.


5. Membuka ruang pengawasan publik agar masyarakat dapat ikut memantau kualitas dan penyajian makanan.

 

"Uang rakyat yang dialokasikan untuk program ini harus dipertanggung jawabkan dengan sebaik-baiknya. Anak-anak kita berhak mendapat makanan yang layak, bergizi, dan berkualitas," tegas Bang Opik.


Sampai berita ini disusun, Pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin belum memberikan keterangan resmi, Kami menunggu hak jawab dan klarifikasi terkait menu dapur SPPG di wilayah Jayalaksana.

 

 (red)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl