Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Wakapolda Papua Tengah Tekankan Patriotisme dan Pelayanan Humanis Polri

Ferry Nelson Saily
28 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-28T05:37:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Media Jurnal Investigasi | Nabire, Papua Tengah – Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui pengabdian nyata anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum secara adil, serta memberikan pelayanan yang humanis.


Pesan tersebut disampaikan Gustav saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mapolda Papua Tengah, Nabire, Rabu (28/10/2026).


Dalam amanatnya, Gustav menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pemuda Indonesia harus menjadi landasan bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


“Semangat Sumpah Pemuda harus tercermin dalam pelaksanaan tugas Polri, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil, hingga memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang humanis kepada masyarakat,” ungkap Gustav.


Menurutnya, patriotisme, kegigihan, dan empati merupakan tiga nilai penting yang harus melekat dalam pengabdian anggota Polri sekaligus menjadi karakter generasi muda dalam membangun bangsa.


Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan tonggak persatuan yang menyatukan berbagai perbedaan dalam satu tekad kebangsaan.


“Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia,” ujarnya.

Patriotisme Harus Diwujudkan dalam Tindakan Nyata


Gustav menjelaskan bahwa patriotisme bagi anggota Polri tidak cukup diwujudkan melalui simbol atau seremonial, tetapi harus dibuktikan melalui profesionalisme, perlindungan terhadap masyarakat, serta penegakan hukum yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.


Di sisi lain, kegigihan dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan tugas, sedangkan empati menjadi landasan dalam memberikan pelayanan yang menghormati hak dan martabat setiap warga negara.


Ia mengingatkan bahwa keberanian dan ketegasan dalam menjalankan tugas harus tetap diimbangi dengan kepedulian serta nilai-nilai kemanusiaan.


“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut upaya membangun kepercayaan publik melalui sikap profesional, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Generasi Muda Berperan Menjaga Persatuan


Dalam amanatnya, Wakapolda Papua Tengah juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga persatuan, menghindari tindakan yang berpotensi memicu perpecahan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Menurutnya, pembinaan generasi muda membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Polri, keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk membantu para pemuda mengembangkan potensi, membangun karakter, dan berkontribusi secara positif bagi bangsa dan negara.


Gustav turut menegaskan bahwa keberhasilan tugas kepolisian tidak semata-mata diukur dari jumlah pengungkapan kasus atau tindakan penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan mencegah gangguan keamanan, membangun kepercayaan masyarakat, dan menghadirkan rasa aman.


“Keberhasilan tugas Polri tidak hanya diukur dari penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan mencegah gangguan keamanan, membangun kepercayaan publik, dan menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat,” pungkasnya.


Menutup amanatnya, Gustav mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan meneguhkan semangat pengabdian.


“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui, tetapi sesuatu yang sedang kita bangun bersama,” tutupnya.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Mapolda Papua Tengah tersebut menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persatuan dan kebangsaan, sekaligus mengingatkan pentingnya pengabdian yang profesional, berintegritas, dan humanis dalam menjaga keamanan serta membangun kepercayaan masyarakat. ( FNS ).

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl