Bekasi,Media Jurnal Investigasi- Nasib pilu dialami nenek Ijem (70) yang hidup hidup sebatang kara di bantaran kali tanah milik PJT kini rumahnya terendam banjir di Kampung Balongrini Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi, membutuhkan pertolongan yang serius dari pemerintah daerah, Senin (19/01/2026).
Umurnya yang sudah menginjak setengah abad lebih ini harus tinggal di bantaran kali tanah milik PJT dengan rumah kecil seadanya, dan hidup sebatang kara.
Di usianya yang senja, ia hidup sebatang kara, jauh dari kata layak dan selalu berharap kebaikan tetangga sebagai sandaran hidup.
Tak ada rumah permanen yang bisa ia sebut sebagai miliknya. Mak Ijem hanya menempati rumah kecil di bantaran kali tanah milik PJT berdinding GRC, dan beratap Asbes yang sebagian sudah rusak.
Sudah puluhan tahun tinggal di desa Balongrini, dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah khususnya dinas Sosial maupun pemerintah desa, seperti program, PKH, BPNT, BLT, sampai saat ini belum mendapatkan bantuan tersebut.
Bonih (47) salah satu warga setempat, sekaligus sebagai anggota PKK di Desa Sukabakti, dirinya mengatakan. Kalau Mak, Ijem tinggal di lokasi tersebut sudah puluhan tahun. Tanah garapan milik PJT.
"Untuk kebutuhan makan, biasanya Mak, Ijem diberi oleh tetangga sekitar.Bahkan, sesekali saudaranya menjenguk memberikan uang untuk kebutuhan Mak, Ijem,"ungkapnya.
Berharap kepada dinas terkait BPBD kabupaten Bekasi, pemerintah Desa Sukabakti, segera bertindak dan beri bantuan untuk Mak Ijem yang rumahnya dilanda banjir.
(Iyus Kastelo).



