Majalengka Media Jurnal Investigasi- Komisi III DPRD Majalengka langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) Atap tiga ruang kelas SDN Andir 2 Jatiwangi untuk meninjau lokasi kejadian, menyusul adanya dugaan masalah pada konstruksi baja ringan yang baru direhab beberapa tahun lalu, untuk memastikan pertanggungjawaban dan langkah perbaikan segera dilakukan. Yang berlokasi di SDN 2 Andir Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka Jawa Barat. "Jum'at (09/01/2026).
Tujuan sidak Komisi III DPRD untuk memastikan kualitas proyek, minimnya pengawasan, dan meminta pencoretan kontraktor nakal untuk memastikan proyek APBD berkualitas dan sesuai standar, serta sering menemukan pelanggaran seperti kualitas material buruk dan tidak adanya papan nama proyek.
Ketu Komisi III DPRD Majalengka Iing Misbahudin menyampaikan Kami dari Komisi III DPRD Majalengka merasa sangat prihatin bahwa SD Negeri Andir 2 Kecamatan Jatiwangi yang baru saja selesai dibangun pada tahun 2021, kini sudah ambruk. Ini bukan sekadar kerusakan bangunan, tapi ancaman nyata bagi nyawa anak-anak kita.
"Sebagai Ketua Komisi III, saya tegaskan: Ini tidak boleh dianggap biasa. Bangunan yang baru berumur kurang dari 5 tahun seharusnya masih dalam kondisi prima. Jika ambruk secepat ini, ada indikasi kuat masalah pada perencanaan, kualitas material, atau proses pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi."ujarnya
Iing Misbahudin Menegaskan Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka sudah melakukan sidak ke lokasi untuk melihat langsung kondisi fisik bangunan. Berdasarkan hasil sidak yang kami lakukan, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
"Kami akan segera mengundang Dinas Pendidikan untuk meminta keterangan dan pertanggung jawabannya." Tegas Iing Misbahudin
Iing Misbahudin Menjelaskan Kami akan meminta Dinas Pendidikan dan Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh (audit forensik bangunan) terhadap kontraktor perencana, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas proyek tahun 2021 tersebut.
"Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pengurangan kualitas bangunan demi keuntungan pribadi, kami akan mendorong proses ini ke jalur hukum. Uang rakyat yang bersumber dari pajak harus kembali menjadi bangunan yang kokoh dan aman, bukan menjadi reruntuhan yang membahayakan."
Keselamatan siswa adalah prioritas tertinggi kami. Tidak ada ruang bagi 'permainan' dalabm pembangunan fasilitas pendidikan.
Ganjar


