Majalengka, Media Jurnal Investigasi- Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera memperbaiki bangunan SDN Andir 2 di Kecamatan Jatiwangi yang ambruk.
Penegasan ini diungkapkan saat meninjau langsung lokasi SD yang ambruk tersebut. Ia memastikan secara langsung penyebab ambruknya bangunan sekolah agar tidak terjadi simpang siur informasi di masyarakat.
Pasalnya, muncul berbagai spekulasi yang menyebutkan peristiwa tersebut dipicu hujan lebat hingga dugaan kegagalan konstruksi.
“Saya ingin memastikan terkait robohnya bangunan SD Andir 2 ini. Kenapa saya ingin memastikan, karena di media sosial beredar informasi yang menyebutkan ini akibat hujan lebat, kegagalan konstruksi, dan lain-lain,” kata Eman di lokasi, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, terdapat dua persoalan utama yang perlu dilihat secara objektif. Pertama, dari sisi umur teknis bangunan. Secara ketentuan, usia teknis bangunan sekolah seharusnya bisa mencapai sekitar 10 tahun, namun faktanya bangunan tersebut sudah ambruk meski baru berusia sekitar empat tahun pascarehabilitasi.
“Ini tentu menjadi persoalan yang harus kita cermati bersama,” ujarnya.
Eman juga meluruskan pemahaman soal kegagalan konstruksi. Ia menjelaskan, dalam istilah teknis pekerjaan umum, kegagalan konstruksi biasanya terjadi saat bangunan baru dibangun dan langsung roboh.
Sementara pada kasus SDN Andir 2, kondisi yang terjadi lebih mengarah pada kelelahan struktur bangunan akibat usia pemakaian dan adanya perubahan kondisi lingkungan.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa hal terpenting bagi pemerintah daerah adalah memastikan proses belajar mengajar siswa tidak terganggu. Ia mengaku telah bersepakat dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menjadikan perbaikan sekolah tersebut sebagai prioritas.
“Yang paling penting bagi kami adalah anak-anak jangan sampai terlantar dalam belajar. Kami sudah sepakat dengan seluruh OPD, bangunan ini akan segera dibangun dan diperbaiki secepatnya, jangan sampai hak belajar anak-anak terganggu,” tegasnya.
Selain itu, Eman Suherman juga menyebut telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan di wilayah Majalengka yang masuk dalam kategori rawan hidrologi, termasuk Kecamatan Jatiwangi. Hal ini menyusul kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Terkait kemungkinan adanya audit teknis terhadap bangunan sekolah yang ambruk, Eman memastikan langkah tersebut akan dilakukan. Namun, ia menegaskan pelayanan pendidikan bagi siswa tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Audit pasti ada, tetapi yang tidak boleh tertunda adalah pelayanan kepada anak-anak. Urusan infrastruktur akan kami tangani, namun hak belajar siswa tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.
Ganjar



