Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Korban Banjir Lenggah Sari Mulai Diserang Penyakit Kulit dan Minim Bantuan

Redaksi
22 Januari 2026
Last Updated 2026-01-22T06:30:18Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Bekasi, Media Jurnal Investigasi --lBanjir Desa Lenggah Sari,  Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. 

Banjir di Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat, terus meluas dan belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Kamkis (23/1/2026). Akibatnya sejumlah warga mulai mengeluhkan terserang penyakit pada kulit.


Seperti warga Desa Lenggah Sari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. sudah berhari-hari sejak  beberapa pekan lalu, debit air belum ada tanda tanda surut dan terus meningkat.dan merendam sedikitnya delapan RT di Desa Lenggah Sari


Mahudin, warga stempat mengaku, rumah yang menjadi satu-satunya paling terdampak dari genangan. Sementara itu, hujan yang masih kerap turun membuat kondisi air semakin sulit surut. Bahkan sebagian warga menggunakan perahu, dan Rakit yang terbuat dari batang pohon pisang untuk melintas.


“Air terus naik dari hari Senin, ditambah hujan terus, jadi lambat sekali surutnya,” ujarnya.


Menurut warga lainnya yang rumah terdampak banjir, hingga saat ini belum ada bantuan yang diterima warga, baik logistik maupun bantuan kesehatan. Kini sebagian warga terpaksa bertahan rumah masing - masing.


“Ada Juga sebagian warga mengungsi ke dataran yang lebih aman seperti di Masjid dan rumah warga lainnya. biasanya banjir di sini baru surut lebih dari satu bulan. Tahun lalu bahkan lebih dari satu bulan baru benar-benar kering,” ujarnya.


Ia menjelaskan, jika kondisi banjir sudah seperti sekarang, air sangat lambat surut di kawasan tersebut. Khususnya di Rt.18/10.Desa Lenggah Sari, Kec.Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.Selain kerugian materi, dan aktivitas yang tersendat warga juga mulai mengeluhkan dampak kesehatan. 


Penyakit kulit seperti kutu air atau yang oleh warga setempat disebut “lancar” mulai banyak dialami, terutama pada kaki. “Banyak warga mengeluh sakit kulit, kaki. Sampai sekarang bantuan obat juga tidak ada,” katanya.


Di sisi lain, warga yang memilih bertahan di rumah mengaku was-was jika harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Kekhawatiran akan tindak pencurian membuat sebagian warga tetap berjaga meski kondisi serba terbatas. “Kalau ditinggal takutnya ada maling. Motor yang parkir di depan saja kami jaga bergantian,” katanya.


Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan, terutama obat-obatan dan kebutuhan dasar, mengingat banjir diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama apabila hujan terus turun. “Kami berharap ada bantuan dalam waktu dekat ini,” tuturnya.




( Udin )

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl