INDRAMAYU, Media Jurnal Investigasi – Pemerintah Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, bergerak cepat mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat El Nino dengan mempercepat masa tanam kedua (MT 2) serta menjamin ketersediaan air bagi para petani hingga masa panen.
Kuwu Karangmulya menyampaikan, pasokan air dari Bendung Rentang dinilai masih cukup untuk mengairi wilayah persawahan, mulai dari Desa Karangmulya hingga desa-desa di sekitarnya seperti Wirapanjunan, Karanganyar, dan Wirakanan, asalkan ada kerja sama antarpetani dalam pengelolaannya.
“Insya Allah air aman sampai panen, selama ada koordinasi dan pengaturan yang baik di tingkat petani,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, pemerintah desa mendorong percepatan tanam dengan sistem “culik”, yakni penebaran benih sebelum panen berlangsung. Setelah panen, lahan akan langsung diolah kembali menggunakan traktor untuk mempercepat proses tanam ulang.
Langkah ini dilakukan agar wilayah Karangmulya yang berada di ujung saluran irigasi bisa masuk golongan awal masa tanam tanpa harus menunggu daerah lain, sekaligus menghindari puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Mei.
Selain itu, petani juga diarahkan menggunakan varietas padi yang lebih cepat panen seperti Ciherang untuk MT 2, guna mengantisipasi kemungkinan kekurangan air. Sementara pada musim tanam sebelumnya (MT 1), petani masih menggunakan varietas padi kebo yang dinilai lebih cocok untuk kondisi setempat.
Guna mendukung keberhasilan MT 2, pemerintah desa juga menekankan pentingnya kesiapan pupuk. Petani diminta memastikan ketersediaan pupuk setidaknya 10 hari setelah masa tanam. Koordinasi intensif dengan kelompok tani pun terus dilakukan, termasuk melalui forum musyawarah atau “atlak” untuk menyamakan kebutuhan dan solusi di lapangan.
Tak hanya mengandalkan irigasi utama, sejumlah sumur bor juga disiapkan sebagai cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air di beberapa titik.
Dengan luas lahan sawah mencapai sekitar 336 hingga 338 hektare, Pemerintah Desa Karangmulya menargetkan keberhasilan panen dua kali dalam setahun, bahkan membuka peluang musim tanam ketiga (MT 3) dengan komoditas palawija guna menjaga keseimbangan kondisi tanah.
Ke depan, hasil pertanian yang meningkat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk menggerakkan sektor UMKM desa.
Pemerintah desa juga mengusung semangat “Karangmulya Bersatu” untuk memperkuat kolaborasi masyarakat pasca pemilihan kuwu, demi mendukung pembangunan desa yang lebih maju di berbagai sektor, khususnya pertanian.


