Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Harga Plastik Kresek Melonjak Tajam, Pedagang di Indramayu Menjerit

ade nur
15 April 2026
Last Updated 2026-04-14T23:12:21Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Indramayu, Media Jurnal Investigasi – Sejumlah pedagang kecil dan menengah di wilayah Indramayu mulai mengeluhkan lonjakan harga plastik kresek yang terjadi secara mendadak dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini dirasakan tidak wajar dan mulai mengancam keberlangsungan usaha mikro, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada kantong plastik sebagai pembungkus utama dagangan.


Kondisi yang cukup memprihatinkan terlihat di kawasan sekitar kantor DPMD Indramayu, di mana para pedagang nasi kuning mengaku terpukul dengan situasi ini. Plastik kresek yang biasanya dibeli dengan harga terjangkau, kini mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai dua kali lipat dari harga normal. Kejutan harga ini terjadi tanpa adanya sosialisasi atau alasan yang jelas bagi para pelaku usaha kecil.


Salah satu pedagang nasi kuning, Jumi, menyampaikan keluhannya saat ditemui di sela-sela aktivitas berjualan. Menurutnya, kenaikan ini sangat memberatkan mengingat plastik adalah komponen harian yang tidak bisa dipisahkan dari usahanya. Ia merasa kenaikan harga tersebut tidak memiliki dasar yang kuat, terutama karena faktor pendukung distribusi lainnya masih tergolong stabil.


Jumi menambahkan bahwa biasanya harga plastik mengikuti fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, dalam kondisi saat ini di mana harga BBM tidak mengalami kenaikan, meroketnya harga plastik kresek menjadi sebuah anomali yang membingungkan. Ia pun merasa terpukul karena beban operasionalnya bertambah secara mendadak tanpa ada peningkatan omzet penjualan.


Dampak langsung dari kenaikan harga ini adalah terpangkasnya margin keuntungan yang diperoleh para pedagang setiap harinya. Jumi mengaku terpaksa memutar otak agar usahanya tetap berjalan, mulai dari mengurangi stok pembelian hingga mencari alternatif pembungkus lain. Namun, mencari pengganti plastik yang murah, efektif, dan aman untuk makanan panas bukanlah perkara mudah.


Keluhan senada juga datang dari pedagang lainnya di area yang sama, yang menilai bahwa kenaikan ini perlu segera diinvestigasi. Mereka menduga adanya ketidakteraturan di rantai distribusi atau kemungkinan adanya permainan harga di tingkat pengepul. Spekulasi mengenai kelangkaan bahan baku plastik di tingkat produsen juga menjadi tanda tanya besar di kalangan pedagang pasar.


Oleh karena itu, para pedagang mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui dinas terkait untuk segera melakukan sidak pasar dan mengambil langkah konkret. Investigasi mendalam diperlukan untuk memastikan apakah lonjakan ini murni karena mekanisme pasar atau adanya praktik penimbunan yang merugikan rakyat kecil, sehingga stabilitas harga bisa kembali normal secepatnya.


Jika kondisi ini terus dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga jual makanan di tingkat konsumen yang berujung pada penurunan daya beli masyarakat. Pemerintah diharapkan segera bertindak tegas agar beban ekonomi masyarakat kecil tidak semakin berat dan iklim usaha mikro di Indramayu tetap kondusif di tengah tantangan ekonomi saat ini.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl