MAJALENGKA||Media Jurnal Investigasi— Kepedulian terhadap pembinaan warga binaan kembali ditunjukkan Anggota DPR RI sekaligus tokoh masyarakat Majalengka, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, melalui kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka. Jum'at, (19/6/26).
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wujud dukungan nyata terhadap program pembinaan yang tengah dijalankan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kesempatan itu, Ateng Sutisna menyerahkan 100 paket sarana ibadah berupa sarung, peci, dan buku panduan ibadah bagi warga binaan. Penyaluran bantuan tersebut turut didampingi Ketua Yayasan Pancar Kalijati Nusantara, Iwan Gunawan.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat memperkuat pembinaan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana. Selain menjadi sarana ibadah, bantuan tersebut juga menjadi simbol perhatian dan dukungan agar mereka tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri.
Usai penyerahan bantuan, Ateng Sutisna meninjau sejumlah program pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Majalengka. Berbagai aktivitas produktif warga binaan menjadi perhatian khusus, mulai dari keterampilan merajut, menjahit, tata boga, pangkas rambut, hingga pengelolaan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Menurutnya, program-program tersebut menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi program pembinaan yang telah berjalan dengan sangat baik dan produktif di Lapas Majalengka ini. Mulai dari keterampilan tangan hingga sektor agrobisnis, semuanya tertata dengan baik,"
"Semoga dukungan paket sarana ibadah yang kami bawa hari ini bisa memberikan manfaat, menjaga kesehatan mereka, sekaligus menjadi penyemangat bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri," ujar Ateng Sutisna.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka, Rian Firmansyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada warga binaan dan jajaran pemasyarakatan. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus memperkuat program pembinaan yang selama ini dijalankan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan lembaga pemasyarakatan menjadi modal penting dalam mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalankan peran sosialnya secara positif setelah bebas nanti.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam lapas bukan sekadar menjalankan masa hukuman, melainkan proses membangun karakter, keterampilan, dan harapan baru bagi masa depan warga binaan.**

