Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Diduga Ada Pungutan Harian dan Perlakuan Kasar di SMKN 1 Gabuswetan Dikeluhkan Siswa

MASNO
18 Juni 2026
Last Updated 2026-06-18T03:43:54Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 






INDRAMAYU , Media Jurnal Investigasi – Seorang siswi SMK Negeri 1 Gabuswetan mengeluhkan adanya dugaan pungutan harian yang dibebankan kepada siswa. Selain itu, ia juga menyoroti dugaan adanya perlakuan kurang baik yang dilakukan oleh oknum guru terhadap peserta didik di lingkungan sekolah.


Keterangan tersebut disampaikan siswi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada awak media pada Rabu (17/6/2026). 


Ia mengaku selama bersekolah di SMKN 1 Gabuswetan terdapat kewajiban membayar iuran sebesar Rp2.000 per hari, kecuali pada hari libur.


Menurut pengakuannya, iuran tersebut disebut untuk keperluan pembangunan masjid sekolah. Namun, ia mempertanyakan realisasi pembangunan yang hingga kini belum terlihat meskipun pungutan disebut telah berlangsung cukup lama.


“Rp2.000 itu diminta setiap hari. Katanya untuk pembangunan masjid sekolah, tapi sampai sekarang saya belum melihat pembangunan itu. Saya sudah hampir satu tahun sekolah di sini dan iuran itu sudah ada sejak saya masuk,” ujarnya.


Selain iuran harian, siswi tersebut juga mengaku terdapat sejumlah pengeluaran lain yang harus dibayarkan siswa dalam kegiatan tertentu. Ia menyebut pada hari Jumat, siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dikenakan iuran kas sebesar Rp1.000, sementara kegiatan salat Dhuha disebut memerlukan biaya tambahan hingga total pengeluaran mencapai sekitar Rp5.000.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya dugaan tekanan kepada siswa yang tidak mengikuti atau tidak membayar iuran yang diminta. Menurutnya, beberapa siswa merasa tidak nyaman karena khawatir mendapat teguran atau perlakuan tertentu dari pihak sekolah.


Siswi tersebut juga menyoroti dugaan adanya perilaku kasar yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswa. Ia mengklaim bahwa penggunaan kata-kata yang dianggap kurang pantas hingga tindakan fisik pernah terjadi di lingkungan sekolah.


“Kalau ada siswa yang tidak bayar kadang dikata-katain. Ada juga guru yang kata-katanya kasar. Bahkan menurut cerita yang beredar, ada oknum yang mudah main tangan, tapi siswa tidak berani bicara,” ungkapnya.


Ia juga mengaku pernah mendengar adanya siswa yang mendapat dampak setelah merekam dugaan tindakan kasar yang dilakukan oleh seorang oknum guru. Menurutnya, peristiwa tersebut sudah menjadi pembicaraan di kalangan siswa.


Selain itu, siswi tersebut mengklaim pernah terjadi dugaan pengambilan uang milik siswa yang disimpan di saku baju. Dugaan kejadian tersebut, kata dia, semakin menambah keresahan sebagian siswa di lingkungan sekolah.


Tak hanya itu, ia juga menyinggung adanya pemberian amplop kepada wali murid saat pembagian rapor. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci tujuan maupun mekanisme penggunaan amplop tersebut.


Menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan siswa, awak media kemudian mendatangi SMKN 1 Gabuswetan untuk meminta konfirmasi. Saat berkunjung ke sekolah, kepala sekolah tidak berada di tempat sehingga awak media diterima oleh salah seorang perwakilan sekolah berinisial A. 


Dalam keterangannya, Inisial A mengaku belum mengetahui secara pasti kebenaran informasi yang disampaikan oleh siswa terkait dugaan pungutan maupun perlakuan yang dikeluhkan tersebut.


“Kalau saya pribadi tidak mengetahui kebenarannya. Terkait adanya iuran, tadi saya juga sempat bertanya kepada rekan guru lainnya dan mereka juga tidak mengetahui. Artinya, sejauh yang kami tahu tidak ada laporan mengenai hal itu,” katanya.


Menurut A, apabila memang terdapat kebijakan atau kegiatan yang melibatkan iuran siswa, seharusnya informasi tersebut diketahui oleh pihak guru maupun staf sekolah. Karena itu, ia mengaku terkejut saat mendengar adanya keluhan tersebut.


“Seharusnya kalau memang ada, itu terbuka dan diketahui oleh guru maupun staf. Saya pribadi baru mengetahui informasi ini hari ini,” ujarnya.


Terkait dugaan pungutan yang disebut untuk pembangunan masjid sekolah, ia juga mengaku belum mengetahui secara rinci. Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum melihat adanya informasi resmi mengenai program pembangunan tersebut.


“Kalau pungutan itu untuk masjid, saya rasa memang belum terlihat realisasinya,” tambahnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah melalui kepala sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang disampaikan oleh siswa. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan yang lebih lengkap dan berimbang mengenai persoalan tersebut.

(Masno) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl