Majalengka, Media Jurnal Investigasi- Anggota DPR RI Dr. H. Jefry Romdonny, S.E., S.Sos., M.Si., M.M. menerima aspirasi dari organisasi Karang Taruna di daerah pemilihannya, mereka mengeluhkan terkait pasilitas olahraga dan kesulitan generasi muda dalam mengakses lapangan pekerjaan yang kian menyempit dan tersegmentasi.
Kunjungan kerja ini kepada pengurus Karang Taruna untuk menyerap aspirasi generasi milenial dan pemuda setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional menjumpai konstituen di daerah pemilihan.
Dalam sambutannya, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra H. Jefry Romdonny,menegaskan komitmennya untuk mendukung dan memperkuat peran kepemudaan di daerah pemilihannya, khususnya dalam hal penyediaan akses lapangan kerja dan peningkatan keterampilan.
Ia menilai bahwa pemberdayaan pemuda melalui peningkatan kompetensi merupakan kunci untuk mengatasi persoalan pengangguran dan kesenjangan akses kerja yang selama ini menjadi keluhan utama generasi muda.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita melalui skilling, upskilling, dan reskilling. Dengan begitu, mereka punya daya saing yang lebih baik di dunia kerja," pungkasnya
Jefry Romdonny menyampaikan salah satu progres saya di daerah pemilihan melakukan kunjungan ke beberapa tempat dan sekarang salah satunya ke karang taruna Desa Pegandon, tentunya sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai legislatif untuk menyerap aspirasi.
Untuk program kedepan tentunya akan menyesuaikan sesuai dengan kebutuhannya tadi secara spesifik akan di bicarakan lagi.
"Karang taruna sendiri pernah mengajukan untuk pembuatan sepak bola mini soccer sudah mengajukan ke Pemkab Majalengka tapi belum menjadi prioritas." Ujar Jefry Romdonny
Sementara itu, Anggota DPRD Majalengka H. Ano Suksena, S.Pd menyarankan bahwa penguatan kewirausahaan pemuda merupakan instrumen strategis dalam memperluas basis ekonomi daerah. Menurutnya, pemuda memiliki posisi sebagai economic prime mover yang mampu menciptakan efek berantai terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, hingga penguatan fiskal daerah.
“Karang Taruna adalah aset bangsa. Harapan saya, muncul pengusaha-pengusaha baru di tingkat desa, sehingga pemuda bisa membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan angka pengangguran,” ujar Ano Suksena
Ia menekankan, pemuda desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan aset produktif. Dengan stimulus yang tepat, pemuda dapat tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri yang secara organik mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jika pemuda bangkit secara ekonomi, perluasan kesempatan kerja akan tercipta secara alami. Dampaknya akan terasa luas,”pungkasnya
Ganjar



