Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Koops TNI Habema Sita 5.715 Batang Ganja di Papua Pegunungan, Bukti Komitmen Melindungi Generasi Muda

Redaktur
19 Juli 2026
Last Updated 2026-07-19T09:15:14Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Media Jurnal Investigasi | Yahukimo – Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi yang berada di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) berhasil mengungkap dan mengamankan sebanyak 5.715 batang ganja dari dua lokasi ladang ganja di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.


Pengungkapan tersebut menjadi salah satu operasi penting dalam upaya TNI menekan peredaran narkotika di wilayah pedalaman Papua sekaligus mencegah penyalahgunaan ganja yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.


Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan langsung apresiasi kepada personel Satgas saat meninjau barang bukti di Pos Komando Taktis (Kotis) Yonif 725/Woroagi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.


Dalam keterangannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyebut keberhasilan tersebut merupakan langkah nyata dalam mencegah peredaran narkotika yang berpotensi merusak masyarakat Papua. Ia mengungkapkan bahwa terdapat dugaan hasil panen ganja tersebut akan diedarkan di sejumlah wilayah Papua, termasuk memanfaatkan keramaian berbagai kegiatan masyarakat.


Menurutnya, apabila ribuan batang ganja tersebut berhasil dipanen dan diedarkan, dampaknya akan sangat besar terhadap kehidupan sosial, terutama bagi kalangan generasi muda yang rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika.


Pangkogabwilhan III juga menyampaikan adanya indikasi bahwa hasil penjualan ganja diduga digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok bersenjata. Selain itu, ia mengungkapkan dugaan masih terdapat sejumlah ladang ganja lain yang tersebar di wilayah pedalaman Papua sehingga memerlukan upaya penindakan dan pengawasan secara berkelanjutan.


"Temuan ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap masyarakat Papua tidak hanya datang dari aksi kekerasan, tetapi juga melalui peredaran narkotika yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa," ujar Letjen TNI Lucky Avianto.


Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Di saat banyak keluarga, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat berupaya melindungi anak-anak Papua dari bahaya narkoba, masih terdapat pihak-pihak yang diduga justru membudidayakan tanaman ganja untuk kepentingan tertentu.


Karena itu, Pangkogabwilhan III mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika di Tanah Papua.


Menurutnya, menjaga generasi muda Papua dari ancaman narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat negara, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga harapan, cita-cita, serta masa depan anak-anak Papua.


Pada kesempatan tersebut, Letjen TNI Lucky Avianto juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 725/Woroagi yang terlibat dalam operasi pengungkapan dua ladang ganja tersebut.


Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memberantas peredaran narkotika di Papua, sekaligus menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat dan generasi muda.

(Wempie Yance)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl