Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Debu Hitam Kembali Dikeluhkan, Warga Asam-Asam Tantang Pembuktian Sumber Pencemaran”

Redaktur
19 September 2026
Last Updated 2026-09-19T07:47:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Tanah Laut, Media Jurnal Investigasi — Keluhan warga Desa Asam-Asam terkait dugaan pencemaran debu batubara kembali mengemuka. Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Asam-Asam, Jumat (18/9/2026), yang mempertemukan perwakilan warga, PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam, Pemerintah Desa Asam-Asam, serta Bhabinkamtibmas setempat.


Dalam forum itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu persoalan utama adalah keberadaan debu berwarna hitam yang menurut warga diduga berasal dari tumpukan batubara atau stockpile yang berada di dekat area kamp perusahaan.


Warga mengungkapkan, debu tersebut disebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat dan produktivitas perkebunan di sekitar permukiman.


Sejumlah warga mengatakan, kondisi tersebut telah mereka rasakan dalam waktu yang cukup lama. Debu disebut menempel pada tanaman, halaman rumah, dan berbagai bagian lingkungan sekitar permukiman. Berdasarkan pengamatan warga, mereka meyakini debu tersebut merupakan debu batubara yang terbawa angin dari kawasan stockpile.


Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Asam-Asam meminta PT Arutmin Indonesia untuk bersama-sama mencari solusi terbaik. Pemerintah desa menilai aspirasi masyarakat perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut yang serius, terutama karena persoalan tersebut berkaitan dengan kenyamanan warga serta kekhawatiran terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan.



“Kami berharap ada langkah konkret dan solusi yang dapat diterima semua pihak agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak oleh debu yang diduga berasal dari aktivitas stockpile batubara,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.


Sementara itu, PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam memberikan penjelasan berdasarkan data dan hasil pemantauan yang dimiliki perusahaan. Termasuk di antaranya, pengujian yang dilakukan oleh PT Sucofindo. Berdasarkan data tersebut, perusahaan menyampaikan bahwa debu dari stockpile batubara tidak terindikasi menyebar hingga kawasan permukiman maupun lahan perkebunan warga.


Perusahaan juga menegaskan bahwa pemantauan kualitas lingkungan dilakukan secara berkala. Data teknis yang dimiliki digunakan untuk mendeteksi dan memantau sebaran debu di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran sebagian warga. Masyarakat tetap menyampaikan keyakinan bahwa debu yang mereka temukan berasal dari aktivitas penumpukan batubara dan telah memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar, termasuk tanaman perkebunan serta kekhawatiran terhadap kesehatan warga.


Perbedaan pandangan mengenai sumber debu menjadi salah satu persoalan utama dalam dialog tersebut. Perusahaan berpedoman pada hasil pemantauan dan data teknis yang dimilikinya, sementara warga menyampaikan pengalaman serta kondisi yang mereka temukan secara langsung di lapangan.


Hingga pertemuan berakhir, belum tercapai titik temu mengenai sumber utama debu yang dikeluhkan masyarakat. Meski demikian, dialog tersebut menjadi ruang penting bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan dan mencari jalan keluar secara terbuka.


Penyelesaian persoalan ini membutuhkan informasi yang dapat diverifikasi bersama, terutama karena menyangkut lingkungan hidup dan kekhawatiran masyarakat di sekitar wilayah operasional pertambangan. Transparansi data, keterbukaan informasi, serta pengujian yang dapat dipahami dan dipercaya oleh seluruh pihak dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.


Masyarakat berharap ada langkah lanjutan berupa verifikasi lapangan yang melibatkan pihak independen sehingga dugaan dampak debu batubara dapat diperiksa secara objektif. Dengan demikian, fakta di lapangan dapat menjadi dasar untuk memberikan kepastian kepada masyarakat maupun perusahaan


Yanto bachtiar

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl