Majalengka, Jurnal Investigasi. Com
SMP Negeri 4 Satu Atap (Satap) Sumberjaya yang berada di Desa Cidenok, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, terus mendorong peningkatan prestasi peserta didik, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
SMP Negeri Satu Atap merupakan satuan pendidikan jenjang SMP negeri yang berada dalam satu lokasi dengan jenjang pendidikan lain, dalam hal ini SD. Model pendidikan satu atap tersebut memungkinkan sejumlah fasilitas dan pengelolaan sekolah digunakan secara bersama. Dalam pelaksanaannya, satu kepala sekolah membawahi penyelenggaraan pendidikan SD dan SMP yang berada dalam satu kompleks.
Kepala SMPN 4 Satap Sumberjaya, Agus Sutiawan, S.Pd., yang mulai bertugas di sekolah tersebut sejak 11 Maret 2026, mengatakan dirinya ingin terus meningkatkan prestasi siswa selama mengemban amanah sebagai kepala sekolah.
"Selama saya menjabat, saya ingin lebih meningkatkan prestasi siswa, baik dari segi akademik maupun bidang lainnya. Saya menyarankan kepada para guru agar anak-anak diikutsertakan dalam berbagai perlombaan," ujar Agus.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. SMPN 4 Satap Sumberjaya berhasil menorehkan prestasi dalam kegiatan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) jenjang SMP negeri dan swasta tingkat Kabupaten Majalengka, yang berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di SMPN 3 Majalengka.
Dalam ajang tersebut terdapat 12 cabang perlombaan, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) putra dan putri, Musabaqah Hifdzil Quran putra dan putri, ceramah/pidato putra dan putri, kaligrafi putra dan putri, Lomba Cerdas Cermat (LCC), Olimpiade PAI, poster, serta Konten Video Kreatif Islami.
Untuk pertama kalinya, SMPN 4 Satap Sumberjaya berhasil meraih Juara 3 Konten Video Kreatif Islami melalui siswinya, Reghina Reihana Oktavia, dengan total nilai 96.
Hasil perlombaan tersebut menempatkan Reghina di posisi ketiga setelah Saeful Aziz dari SMP IT At-Tadzkir yang memperoleh nilai 98 dan Najmi Rihadatul Aisa dari SMP IT Nurul Barokah dengan nilai 97.
Daftar peraih penghargaan Konten Video Kreatif Islami:
Juara
Nama Peserta
Asal Sekolah
Nilai
Juara 1
Saeful Aziz
SMP IT At-Tadzkir
98
Juara 2
Najmi Rihadatul Aisa
SMP IT Nurul Barokah
97
Juara 3
Reghina Reihana Oktavia
SMPN 4 Sumberjaya
96
Harapan 1
Ahmad Fauzan
SMPN 1 Jatiwangi
95
Harapan 2
Zaskia Adelia Putri
SMPN 1 Talaga
94
Harapan 3
Azka Sirajul Aulia
SMPN 1 Malausma
93
Menurut Agus, keikutsertaan siswa dalam berbagai perlombaan merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan ruang kepada peserta didik agar dapat mengembangkan potensi dan bakatnya.
Ia mengatakan, sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil meraih prestasi. Selain uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan, siswa berprestasi juga mendapatkan cendera mata berupa piala duplikat yang dapat disimpan di rumah sebagai kenang-kenangan.
"Motivasi saya adalah menyarankan kepada guru agar anak-anak diikutsertakan dalam lomba. Yang memberikan penghargaan kepada anak adalah prestasinya. Tentunya dengan persiapan yang matang," katanya.
Selain prestasi dalam Pentas PAI, SMPN 4 Satap Sumberjaya juga baru pertama kali melaksanakan Hari Lahir (Harlah) sekolah yang ke-15. Dalam kegiatan tersebut, sekolah turut mencatat prestasi di bidang bahasa Sunda dengan meraih Juara Harapan 3.
Mendapat Bantuan Revitalisasi
Di sisi lain, pada tahun 2026 SMPN 4 Satap Sumberjaya mendapatkan bantuan revitalisasi sekitar Rp2 miliar. Bantuan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Sejumlah fasilitas yang direhabilitasi antara lain enam ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang perpustakaan, serta WC/toilet.
Agus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi tersebut. Menurutnya, kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya kurang layak kini dapat diperbaiki sehingga lebih nyaman digunakan oleh para siswa.
"Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan revitalisasi ke sekolah kami. Sehingga yang tadinya tidak layak pakai sekarang bisa lebih baik untuk digunakan siswa. Mudah-mudahan siswa bisa lebih semangat lagi dalam belajar dan prestasinya semakin meningkat," ungkapnya.
Meski demikian, Agus berharap dukungan pemerintah dapat terus berlanjut, terutama untuk pembangunan pagar sekolah dan gapura sebagai identitas sekolah.
"Kami berharap ke depan pemerintah memberikan bantuan untuk pemagaran sekolah dan gapura. Karena sampai sekarang belum ada. Banyak orang yang bertanya ini sekolah apa karena belum ada identitas atau gapura di depan," tuturnya.
Sekolah juga masih membutuhkan rehabilitasi ruang guru dan administrasi, serta pembangunan sarana olahraga. Untuk lapangan olahraga, pihak sekolah mengaku telah memiliki lahan yang disiapkan dengan luas sekitar 400 meter persegi.
Selain sarana prasarana, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Saat ini terdapat 11 mata pelajaran, sementara tenaga pengajar yang tersedia berjumlah sembilan orang, terdiri dari tiga PNS dan enam PPPK (P3K). Salah seorang guru PNS yang mengajar Bahasa Inggris juga dijadwalkan memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2027.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pengajar masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi SMPN 4 Satap Sumberjaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Nespat Juara"
Dengan berbagai upaya peningkatan prestasi, pembenahan sarana prasarana, serta pengembangan potensi siswa, SMPN 4 Satap Sumberjaya membawa slogan "Nespat Juara".
Slogan tersebut menjadi semangat bagi seluruh warga sekolah agar SMPN 4 Satap Sumberjaya terus menghasilkan siswa-siswi berprestasi, baik di bidang akademik, keagamaan, seni, olahraga maupun bidang lainnya.
Bagi Agus, prestasi yang diraih siswa bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi.
"Kami ingin anak-anak mempunyai kesempatan untuk berprestasi. Dengan persiapan yang baik, mudah-mudahan ke depan semakin banyak siswa SMPN 4 Satap Sumberjaya yang mampu mengharumkan nama sekolah," pungkasnya. (Bang Eful/H.Didi)


