SDN Kadu, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, menjadi salah satu sekolah dasar yang mendapat perhatian melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Sekolah yang memiliki 126 siswa tersebut memperoleh bantuan revitalisasi dengan nilai sekitar Rp880 juta, yang dialokasikan untuk rehabilitasi enam ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi, serta penataan lingkungan sekolah.
Dengan jumlah siswa tersebut, SDN Kadu disebut menjadi sekolah dasar dengan jumlah peserta didik terbanyak ketiga di Kecamatan Jatigede. Kondisi itu sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai guna menunjang proses belajar mengajar.
Kepala SDN Kadu, H. Ateng, S.Pd., mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil dari pengajuan proposal revitalisasi yang dilakukan melalui sistem Dapodik oleh operator sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah, tahun ini pengajuan kami bisa terealisasi. Setelah mengikuti bimbingan teknis di Jakarta selama empat hari, bantuan revitalisasi tersebut akhirnya dapat dicairkan pada Kamis, 10 September 2026,” ujar H. Ateng.
Saat ini SDN Kadu memiliki enam rombongan belajar (rombel), ruang guru, serta lima toilet. Namun demikian, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas, di antaranya belum tersedianya gedung perpustakaan dan laboratorium IPA. Selain itu, ketersediaan toilet untuk guru juga masih perlu ditambah.
Dari sisi sumber daya manusia, SDN Kadu didukung oleh delapan guru, terdiri atas dua PNS dan enam PPPK penuh waktu, serta terdapat dua tenaga PPPK paruh waktu.
H. Ateng sendiri telah menjalankan tugas di SDN Kadu kurang lebih dua tahun, mulai dari sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) hingga kemudian ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif.
Menurutnya, revitalisasi tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperbaiki kondisi sarana pendidikan yang ada. Namun, kebutuhan sekolah ke depan masih cukup besar dan memerlukan dukungan secara berkelanjutan.
“Harapan kami ke depan, ada bantuan untuk rehabilitasi gedung perpustakaan, penyelesaian pembangunan kelas enam yang sampai saat ini masih belum tuntas karena berada dalam program DAK, serta penataan lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya sekolah pernah memperoleh bantuan pemagaran lingkungan sekitar Rp100 juta, namun realisasinya baru mencapai sekitar 51 meter. Untuk melanjutkan penataan lingkungan, pihak sekolah bersama komite dan wali murid bahkan telah berupaya menyediakan sebidang tanah.
“Tanahnya sudah kami usahakan bersama wali murid dan komite. Tinggal penataan lingkungan, pembangunan TPT dan pemeluran yang tentunya membutuhkan biaya,” jelasnya.
Prestasi Siswa dan Penguatan Tata Kelola
Di tengah keterbatasan sarana, SDN Kadu tetap berupaya menunjukkan kinerja melalui berbagai program dan prestasi. Dalam bidang administrasi, sekolah antara lain telah memperoleh dukungan berupa meja, kursi dan lemari.
Sementara dari bidang prestasi peserta didik, tahun ini SDN Kadu berhasil meraih Juara Umum Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Jatigede.
Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa keterbatasan fasilitas tidak menghalangi sekolah untuk terus mengembangkan potensi peserta didik melalui pembinaan dan kegiatan pendidikan yang terarah.
H. Ateng menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya melalui kementerian terkait, atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah melalui kementerian terkait atas bantuan ini. Kami akan melaksanakan dan mengalokasikannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Mudah-mudahan program ini memberikan kesan dan pesan terbaik bagi perkembangan SDN Kadu,” katanya.
Ia juga berharap dukungan pemerintah terhadap kebutuhan sarana pendidikan SDN Kadu dapat terus berlanjut sehingga sekolah mampu memberikan lingkungan belajar yang semakin layak dan nyaman bagi para siswa.
P2SP Siap Kawal Pelaksanaan Revitalisasi
Sementara itu, Karwinta, S.Pd., selaku bendahara Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Kadu, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan program revitalisasi tahun 2026.
“Kami akan mendukung program ini dan melaksanakan revitalisasi tahun 2026 dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.
P2SP SDN Kadu sendiri melibatkan unsur sekolah dan masyarakat. Karwinta, S.Pd. dipercaya sebagai bendahara, Nana, S.Pd. sebagai sekretaris, serta H. Ruhiyat dari unsur komite sekaligus tokoh masyarakat Desa Kadu.
H. Ruhiyat memiliki kedekatan khusus dengan SDN Kadu. Selain sebagai tokoh masyarakat dan bagian dari komite sekolah, ia merupakan mantan kepala SDN Kadu yang kini telah memasuki masa pensiun. Pengalamannya di sekolah tersebut menjadi modal penting dalam memberikan dukungan dan perhatian terhadap perkembangan sekolah.
Dengan adanya revitalisasi senilai sekitar Rp880 juta tersebut, SDN Kadu diharapkan tidak hanya mengalami perbaikan secara fisik, tetapi juga semakin mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan. Transparansi, ketepatan penggunaan anggaran, serta kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan program menjadi bagian penting agar bantuan pemerintah benar-benar bermuara pada kepentingan peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan.(Bang Eful/H.Didi)


