Kepala SDN Sukasari Kidul 2, Komarudin, S.Pd., mengatakan bantuan tersebut mencakup perbaikan dan pembangunan fasilitas yang terdiri atas empat ruang kelas, satu ruang guru, serta satu ruang perpustakaan.
Menurut Komarudin, bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan representatif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
“Alhamdulillah, sekolah kami mendapatkan bantuan program perbaikan melalui revitalisasi APBN 2026. Menu kegiatannya meliputi empat ruang kelas, satu ruang guru dan satu ruang perpustakaan,” ujar Komarudin.
Ia berharap dukungan pemerintah terhadap sarana pendidikan dapat terus berlanjut. Salah satu kebutuhan yang masih diharapkan sekolah adalah pembangunan ruang Laboratorium IPA, sehingga kegiatan pembelajaran berbasis praktik dapat dilaksanakan secara lebih optimal.
“Ke depan, kami berharap pemerintah juga dapat memberikan bantuan untuk pembangunan ruang laboratorium IPA. Fasilitas tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah,” katanya.
Dorong Prestasi Siswa hingga Tingkat Nasional
Di tengah upaya pembenahan sarana prasarana, SDN Sukasari Kidul 2 juga terus mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
Komarudin menyampaikan, sejumlah siswa sekolah tersebut telah menorehkan prestasi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) hingga mampu melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat, di antaranya pada cabang Matematika dan IPS.
Selain itu, prestasi juga diraih melalui cabang olahraga catur. Pada tahun ini, perwakilan sekolah berhasil meraih peringkat ketiga tingkat nasional dalam ajang yang berkaitan dengan Persatuan Catur Indonesia (Percasi).
Capaian tersebut, menurut Komarudin, menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
“Prestasi siswa menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan. Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuannya,” tuturnya.
Komarudin sendiri telah sekitar dua tahun menjabat sebagai Kepala SDN Sukasari Kidul 2. Selain memimpin sekolah, ia juga dipercaya sebagai Ketua PGRI Kecamatan Argapura, yang telah dijalaninya sekitar satu tahun.
Pesan untuk Guru: Terus Bergerak Mencerdaskan Anak Bangsa
Sebagai Ketua PGRI Kecamatan Argapura, Komarudin juga menyampaikan pesan kepada para guru agar tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Ia menilai guru memiliki posisi penting dalam membangun sumber daya manusia, karena pendidikan menjadi salah satu fondasi utama bagi kemajuan bangsa.
“Kepada semua guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Argapura, tetap semangat membangun anak bangsa. Yakinlah, pembangunan di Indonesia tidak akan berhasil tanpa adanya kita yang bergerak sebagai guru, karena guru merupakan salah satu dasar untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.
Apresiasi terhadap Program Pemerintah
Atas diterimanya bantuan revitalisasi tersebut, Komarudin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah. Ia berharap program peningkatan sarana pendidikan dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran serta prestasi peserta didik.
“Kami atas nama pimpinan, staf guru, seluruh wali murid dan siswa mengucapkan terima kasih atas bantuan program revitalisasi ini. Kami melihat program tersebut sebagai bagian dari prioritas pemerintah yang sangat baik dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan,” ungkapnya.
Ia meyakini peningkatan fasilitas sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik dan pembinaan peserta didik.
“Harapan kami, sarana yang semakin baik dapat mendukung kegiatan belajar mengajar, meningkatkan prestasi siswa dan pada akhirnya ikut mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Komarudin. (Bang Eful/H.Didi)


