Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

SMAN 1 Majalengka Kembali Gelar Pemilihan OSIS, Tujuh Kandidat Adu Visi dan Gagasan

Bang Eful
11 September 2026
Last Updated 2026-09-12T01:23:06Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Majalengka, Jurnal Investigasi. Com

Haifa Asma Rafifah terpilih sebagai Mitratama dalam pemilihan kepemimpinan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Majalengka atau SMANSA Majalengka yang berlangsung pada 11 September 2026.

Pemilihan yang digelar di lingkungan SMA Negeri 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, tersebut melibatkan siswa kelas X, XI, dan XII sebagai pemilih. Dari total 1.207 suara untuk pemilihan Mitratama, Haifa memperoleh suara terbanyak dengan persentase 65,95 persen. 

Sementara itu, posisi Mitramuda I ditempati oleh Izz Zalfa A., sedangkan posisi Mitramuda II ditempati oleh Fauzi Nizam Hidayat. Ketiganya akan memimpin organisasi siswa bersama jajaran pengurus OSIS lainnya untuk periode berikutnya.

 Hasil Pemilihan Kepemimpinan Tri Mitra

SMANSA Majalengka menerapkan konsep kepemimpinan Tri Mitra, yang terdiri atas Mitratama, Mitramuda I, dan Mitramuda II.

Dalam struktur tersebut, Mitratama merupakan pemimpin utama, sedangkan Mitramuda I dan Mitramuda II menjadi bagian dari unsur kepemimpinan eksekutif siswa. Mitramuda I berasal dari kelas XI, sementara Mitramuda II berasal dari kelas X.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, perolehan calon Mitratama adalah:

  • Haifa Asma Rafifah: 65,95 persen
  • Izz Zalfa Aufa: 18,31 persen
  • Romi Taptajani: 15,74 persen

Adapun pemilihan Mitramuda diikuti empat kandidat dengan total 1.192 suara, dengan hasil:

  • Fauzi Nizam Hidayat: 36,07 persen
  • Muhammad Nauval Alfath: 34,73 persen
  • Firyal Haniifah: 17,79 persen
  • Irli Khairan A.: 11,41 persen

Sesuai ketentuan struktur Tri Mitra, posisi Mitramuda I ditempati kandidat dari kelas XI dengan perolehan suara tertinggi, sedangkan Mitramuda II ditempati kandidat dari kelas X dengan perolehan suara tertinggi. Dengan demikian, susunan kepemimpinan Tri Mitra OSIS SMANSA Majalengka adalah:

Mitratama: Haifa Asma Rafifah
Mitramuda I: Izz Zalfa A.
Mitramuda II: Fauzi Nizam Hidayat

Debat dan Orasi Menjadi Tahapan Seleksi

Pemilihan tidak hanya dilakukan melalui pencoblosan. Sebelum pemungutan suara, para kandidat mengikuti sejumlah tahapan seleksi, antara lain debat calon Mitratama dan Mitramuda serta penyampaian visi dan gagasan melalui orasi.

Tahapan tersebut menjadi ruang bagi para kandidat untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasi, menyampaikan gagasan, serta meyakinkan sekitar 1.200 siswa yang memiliki hak suara.

Mantan Ketua OSIS SMANSA Majalengka periode sebelumnya, Raffa Abia Permana, menjelaskan bahwa konsep Tri Mitra menjadi karakteristik tersendiri dalam sistem kepemimpinan siswa di sekolah tersebut.

“Tri Mitra terdiri dari tiga orang yang memimpin organisasi siswa. Mitratama posisinya seperti ketua umum OSIS, sedangkan Mitramuda I dan Mitramuda II menjadi bagian dari kepemimpinan eksekutif,” ungkap Raffa.

Sementara itu, fungsi representasi siswa dalam aspek organisasi dijalankan melalui Dewan Presidium/MPK (Majelis Perwakilan Kelas). Lembaga tersebut berperan dalam penyusunan serta pengawasan aturan organisasi, termasuk AD/ART. Posisi sekretaris dan bendahara selanjutnya ditentukan melalui Badan Pengurus Harian (BPH).

Pemilihan kepemimpinan OSIS SMANSA Majalengka secara rutin dilaksanakan setiap September. Setelah terpilih, para pemimpin siswa akan mendapatkan pembekalan melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Tujuh Kandidat Adu Gagasan

Pada pemilihan tahun ini, terdapat tiga calon Mitratama dan empat calon Mitramuda.

Calon Mitratama:

  • Romi Taptajani — XI-9
  • Izz Zalfa Aufa — XI-7
  • Haifa Asma Rafifah — XI-1

Calon Mitramuda:

  • Firyal Haniifah — X-10
  • Muhammad Nauval Alfath — X-8
  • Irli Khairan A. — X-7
  • Fauzi Nizam Hidayat — X-1

Ketujuh kandidat menawarkan gagasan yang beragam, mulai dari peningkatan prestasi, kedisiplinan, pengembangan bakat dan kreativitas, hingga penguatan karakter serta terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman.

Calon Mitramuda nomor urut 3, Irli Khairan A., menekankan pentingnya keberanian siswa mengambil peran dalam kepemimpinan dan organisasi.

Sementara calon Mitratama nomor urut 3, Haifa Asma Rafifah, menegaskan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program kerja.

“Organisasi bukan hanya tentang banyaknya program, tetapi bagaimana kita menciptakan ruang kepemimpinan yang mampu meninggalkan makna,” tegas Haifa.

Haifa juga membawa gagasan mengenai peningkatan keimanan dan ketakwaan, budaya disiplin, serta pengembangan potensi siswa. Ia menekankan pentingnya evaluasi dan kerja sama dalam menjalankan roda organisasi.

Calon Mitramuda nomor urut 4, Fauzi Nizam Hidayat, menyoroti pengembangan potensi siswa, khususnya di bidang akademik. Ia mendorong adanya dukungan terhadap siswa yang memiliki kemampuan lebih, termasuk melalui penguatan kebersamaan apabila dukungan anggaran terbatas.

Sementara calon Mitratama nomor urut 2, Izz Zalfa Aufa, mengusung nilai nasionalisme dan ketertiban sebagai bagian dari kepemimpinan.

“Saya membutuhkan suara teman-teman semuanya. Saya ingin menjadi partner bagi teman-teman dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.

Calon Mitramuda nomor urut 1, Firyal Haniifah, membawa gagasan mengenai terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, sekaligus mendorong peningkatan prestasi serta kreativitas siswa.

Calon Mitratama nomor urut 1, Romi Taptajani, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi siswa maupun guru serta mengutamakan kepentingan organisasi dalam setiap pengambilan keputusan.

“Saya lebih mengutamakan kepentingan organisasi agar dampaknya dapat memberikan hal yang positif,” tegas Romi.

Adapun calon Mitramuda nomor urut 2, Muhammad Nauval Alfath, mengusung gagasan optimalisasi bakat dan potensi siswa dengan tetap mengedepankan etika dan moral.

Evaluasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Pemilihan tersebut diawali dengan proses evaluasi melalui musyawarah besar sebelum memasuki periode kepengurusan baru.

Kepala SMAN 1 Majalengka, H. Mohamad Ali, S.Pd., M.AP., melalui Wakasek Bidang Kesiswaan sekaligus Pembina OSIS, Setianingrum, S.Pd., mengatakan keberhasilan organisasi siswa tidak semata-mata dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kualitas kepemimpinan dan kemampuan pengurus dalam mengelola organisasi.

“Indikatornya terlihat dari berhasilnya kepengurusan OSIS periode sebelumnya dalam melaksanakan seluruh program kerja. Tentunya hal itu tidak terlepas dari kemampuan pemimpin siswa dalam memanajemen anggota serta kualitas kepemimpinannya,” ujar Setianingrum.

Menurutnya, musyawarah besar memberikan ruang bagi siswa untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya.

“Dengan musyawarah besar, siswa dapat mengevaluasi hasil kinerja kepengurusan OSIS sebelumnya. Untuk hal yang perlu diperbaiki, pada dasarnya tidak ada persoalan yang menjadi penghambat, karena kepengurusan sebelumnya diterima tanpa syarat,” jelasnya.

SMAN 1 Majalengka selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Majalengka. Sekolah tersebut juga disebut masuk dalam daftar 1.000 sekolah terbaik nasional dengan peringkat 612 secara nasional, sehingga menjadi salah satu pilihan utama calon peserta didik baru di Kabupaten Majalengka.

Bukan Sekadar Pergantian Pengurus

Pemilihan OSIS di SMAN 1 Majalengka tidak berhenti pada proses menentukan pemenang. Debat, orasi, musyawarah, pemungutan suara hingga pembekalan kepemimpinan menjadi bagian dari proses pendidikan demokrasi sekaligus pembentukan karakter siswa.

Melalui rangkaian tersebut, siswa belajar menyampaikan aspirasi, menguji gagasan, menentukan pilihan, serta menerima hasil demokrasi. Dengan jumlah suara lebih dari 1.200 pada pemilihan Mitratama, proses ini menjadi gambaran nyata penerapan demokrasi di lingkungan sekolah.

Kini, tantangan berada di tangan para pemimpin terpilih untuk membuktikan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan positif bagi seluruh warga sekolah. (Bang Eful) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl