Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

ABK KM Akbar 02 Tewas dalam Kecelakaan di Pelabuhan Hiripau, Tubuh Ditemukan Terpisah

Ferry Nelson Saily
08 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-08T07:43:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Media Jurnal Investigasi, Mimika Timur, Papua Tengah— Seorang anak buah kapal (ABK) KM Akbar 02 berinisial S (47) ditemukan meninggal dunia di sekitar Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau RT 05, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Kamis (8/10/2026) pagi.


Korban yang bekerja sebagai ABK kapal tersebut diduga mengalami kecelakaan kerja saat proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai pada Rabu (7/10/2026) sore.


Informasi dari Polsek Mimika Timur menyebutkan, korban diduga terkena baling-baling mesin kapal saat proses pemindahan kapal sekitar pukul 17.00 WIT.


Peristiwa itu bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya melakukan proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai. Setelah kapal berada di sungai, korban sempat meminta pelampung dan berenang menuju seberang sungai untuk mengikat tali kapal.


Namun, tali tersebut tidak berhasil ditarik sehingga korban kembali ke kapal dan membantu proses pengikatan tali pada perahu lain. Selanjutnya, KM Akbar 02 ditarik menggunakan KM Mandiri, sementara sejumlah rekan korban membantu mendorong kapal dari bagian belakang.


Dalam proses tersebut, korban kemudian tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.


Rekan korban sempat mengira S berada di dalam kapal karena yang bersangkutan diketahui bertugas sebagai Bas. Namun, sekitar pukul 18.00 WIT, mereka mengetahui korban belum kembali ke rumah setelah bertemu dengan anak korban di sekitar dermaga.

Keluarga kemudian memastikan korban belum pulang. Rekan-rekan korban pun kembali melakukan pencarian di sekitar kapal dan kawasan pelabuhan, tetapi belum menemukan keberadaannya.


Sekitar pukul 21.50 WIT, saksi sekaligus pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mimika Timur. Personel kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan, namun pencarian belum membuahkan hasil karena kondisi air sungai sedang naik.


Keesokan paginya, sekitar pukul 06.55 WIT, saksi bersama sejumlah rekannya kembali mendatangi Polsek Mimika Timur dan melaporkan bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung di sekitar sungai pelabuhan lokal Kampung Hiripau.


Petugas yang tiba di lokasi kemudian bersama masyarakat melakukan evakuasi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan secara terpisah.


Bagian tubuh yang berhasil dievakuasi antara lain kaki kanan, kaki kiri, bagian badan, serta kepala. Sementara satu bagian tubuh lainnya, yakni paha kiri, masih dalam pencarian di sekitar kolam dekat sungai.


Pencarian dilakukan menggunakan mesin alkon untuk menguras air guna mempermudah proses pencarian. Petugas menduga bagian tubuh tersebut terbawa arus sungai.


Seluruh bagian tubuh korban yang telah ditemukan kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi menggunakan mobil jenazah KKSS menuju RSUD Mimika untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena bersama Wakapolsek Ipda Adnan S.H. dan sejumlah personel piket mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut.


Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan kerja dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut.


Pihak keluarga, termasuk istri korban, juga menyatakan menerima kepergian korban dan memahami peristiwa tersebut sebagai musibah atau kecelakaan kerja.


Meski demikian, penanganan dan pemeriksaan terhadap peristiwa tersebut tetap dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban meninggal dunia. ( FNS )

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl