![]() |
| Kapolresta solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak (Foto/Agung Santoso/Bengawan news) |
Solo,Jurnal Investigasi.com - Latar belakang penembakan anggota Polres Wonogiri oleh anggota Polresta Solo di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo mulai terkuak.
Di kutip dari Bengawan news Penembakan yang didahului penyergapan tersebut dilakukan Polresta Solo, lantaran oknum polisi berpangkat Bripda itu diduga terlibat aksi pemerasan bersama komplotannya.
Hal itu disampaikan Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (20/04/2022).
“Oknum polisi ini ditangkap bersama pelaku lainnya di kompleks pemakaman Pracimaloyo, Makamhaji, Kartasura,” terang Ade.
Penangkapan terhadap polisi berinisial PS (26) asal Bauresan, Giritirto, Wonogiri ini dilakukan Selasa (19/04/2022) sekira pukul 16.20 WIB.
Ade menyebut, komplotan PS diduga telah memeras korbannya berinisial WP (66) warga Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo. Korban diperas saat berada di rumahnya di Kampung Bratan, Pajang.
Selain menangkap PS, polisi juga mengamankan pelaku lain yakni SNY (22). SNY adalah pengangguran asal Bawen, Kabupaten Semarang yang berperan sebagai pengawas lokasi pemerasan.
“Dari 2 pelaku ini, kemudian berkembang ke 3 pelaku lain yang ditangkap di Kopeng, Semarang pada hari ini,” bebernya.
Ketiga pelaku yang ditangkap belakangan adalah RB (43) warga Sangkrah Pasar Kliwon Solo, TWA (39) warga Tegal Baru Jebres Solo, serta ES (36) warga Kisari, Magurejo, Kabupaten Pati.
“Kelima pelaku ini sudah melakukan perbuatan dengan modus serupa beberapa kali di beberapa lokasi. Seperti di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten dan Kota Solo,” jelas Ade.
Sebelumnya, seorang anggota Polres Wonogiri ditembak anggota Polresta Solo di Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Penembakan itu didahului pengejaran dan penyergapan polisi terhadap pelaku pemerasan di hotel melati yang dilaporkan warga.
Dalam penyergapan tersebut, Bripda PS mengalami luka tembak di bagian perut dan saat ini dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo.(*)


