Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates
{{ date }}
{{ time }}
DIGITAL CLOCK with Vue.js

Prabowo Sentil PDIP, Tak Pusingkan Soal Issue Dinasti Politik

Redaksi
25 Oktober 2023
Last Updated 2023-10-24T21:10:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Bacapres Prabowo Subianto (kedua dari kiri) saat berbicara dengan awak media setelah menghadiri acara deklarasi dukungan PSI di Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2023). (Foto: Antara//Hendri Sukma Indrawan)

Jakarta, Media Jurnal InvestigasiBakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto tak memusingkan pandangan majunya putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi dirinya bagian dinasti politik. Bahkan, ia menyentil PDIP turut mempraktikkan dinasti politik

"Jadi, berkali-kali ini untuk pendidikan bangsa, dinasti politik itu adalah sesuatu yang wajar. Kalau kita jujur, Anda lihat di semua partai, termasuk PDIP, ada dinasti politik dan itu tidak negatif," kata Prabowo usai menghadiri acara deklarasi dukungan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Jakarta Theatre, Jakarta, Selasa malam (24/10/2023).

Prabowo mengaku selalu bangga ketika mengatakan dirinya adalah putra dari Soemitro Djojohadikoesoemo, ekonom dan politikus Indonesia. Prabowo juga bangga pada kakeknya, Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank Negara Indonesia.

"Saya dari dinasti politik. Kami dinasti dalam arti keluarga, kami selalu berjuang untuk rakyat," kata Prabowo.

Tak hanya itu, ketua umum Partai Gerindra itu juga mengungkapkan, dua pamannya juga telah berkorban untuk Indonesia. Oleh karena itu,  ia meminta semua pihak untuk mengambil pengertian positif dari dinasti politik.

"Dua adik orang tua saya gugur untuk Republik Indonesia. Jadi, kita ambil pengertian positif dari pengertian dinasti politik adalah keluarga patriotik, keluarga yang ingin berbakti kepada bangsa dan negara. Salahnya apa? Jangan dipolitisasi," ujarnya menambahkan

Prabowo justru berterima kasih kepada ayah dan kakeknya yang telah mendidik dirinya untuk berbakti kepada bangsa. Menurut dia, banyak pihak yang ingin mencari celah dari dirinya dan Gibran yang berpasangan sebagai bakal capres-cawapres. Bahkan, ada pihak yang menyebut Gibran terlalu muda. Sementara, ada pula yang menilai Prabowo terlalu tua.

"Yang satu terlalu muda, satu terlalu tua, jadi yang benar yang mana? Yang benar lo aja. Kalau lo boleh, kalau kita enggak boleh? Enak aja,” kata Prabowo menegaskan. (*)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl